Pages

Saturday, February 16, 2008

visit indonesia year 2008, tourism with heart

pada suatu sore menjelang mahgrib, aku sedang berada di dekat gedung BEJ, ketika mendapati matahari senja begitu cantiknya diantara gedung-gedung pencakar langit jakarta. makin cantik ketika cahaya itu berada dibalik sebuah bangunan berbentuk piramida yang mengingatkanku pada piramida di mesir. melihat itu tiba-tiba aku berkata, "wah, cakep banget, seperti bukan di indonesia yah?" kepada teman yang berjalan disampingku. temanku mengiyakan dan beberapa saat kemudian berkata, "kok kalau ada yang indah-indah kita bilangnya seperti bukan di indonesia?"
beberapa hari belakangan kusadari betapa bodohnya pernyataanku waktu itu. bagaimana aku bisa tahu indonesia itu keindahannya bisa seperti apa kalau aku hanya main dari 1 mall ke mall lainnya. kalau aku hanya melewati jalan, rute yang sama tiap hari, dan aku, yang telah berdiam di jogja selama lima tahun lamanya blum sampai menjelajahi setiap detail dari propinsi yang sarat sejarah dan budaya ini. sementara temanku, kalau setiap kali ke bandung, mengaku hanya pergi ketempat yang sama-dago, valley, itb, balik ke dago lagi.

pemerintah mencanangkan tahun 2008 ini adalah tahun kunjungan indonesia. lalu, seperti apakah negara kita dengan adanya program dahsyat itu? apakah dengan demikian jumlah hari libur bertambah? tentu saja tidak, karena sehari sebelum hari libur dalam rangka tahun baru cina, menteri pendayagunaan aparatur negara mengeluarkan surat pengurangan cuti bersama, yaitu hari kejepit nasional atau hari tanggal hitam yang berada diantara dua hari tanggal merah. alasan sang menteri mengeluarkan kebijakan yang langsung disambut "huu..." oleh sekian juta penduduk indonesia adalah agar produktivitas pegawai negeri sipil meningkat. dengan kebijakan itu, tulisan "cuti bersama" yang terdapat hampir di setiap bulan dalam tahun ini otomatis tidak berlaku. jatah cuti bersama bagi pns tinggal jatah libur pada perayaan idul fitri dan natal. untuk keputusan ini, i say boomer! disaat ingin meningkatkan citra pariwisata, jatah cuti malah dikurangi? kenapa? bukankah pns di negeri ini ada sekitar 3,9 juta orang (tahun 2003) yang tentu saja adalah potensi terbesar wisatawan domestik. apa menteri-menteri kita ini tidak ada koordinasi sebelum membuat agenda kebijakan? kenapa sekarang malah saling tumpang tindih sih? sekarang apa arti tahun kunjungan itu?
pegawai swasta tentu saja tidak tergantung pada jatah cuti bersama, karena yang begituan tidak berlaku bagi mereka.
pns, tunggu dulu, ini bukan berarti aku membela kalian, karena yang jelas kalian jugalah penyebab keluarnya kebijakan yang tidak populer itu (bu mega, pinjam kata2 saktimu yah! :-)) kalian simaklah dengan baik kata-kata menteri kita itu, tahun 2007 penuh dengan jatah cuti bersama, dan produktivitas pns lebih rendah dibanding tahun-tahun sebelumnya. nah! surat sakti pengurangan cuti bersama itu tidak akan keluar seandainya bapak/ibu, mas/mba pns tercinta bekerja lebih baik, semangat tinggi, dan akhirnya produktivitas pun meningkat sebagai imbal balik dari jatah libur yang lebih banyak. sayangnya yang kalian lakukan malah sebaliknya. waahh.. mengecewakan sekali. dah tahukah kalian bahwa dengan begini, bukan saja keluarga kalian yang kalian buat kecewa, tapi juga para pengelola objek wisata, biro-biro perjalanan, penjual souvenir dan penjaja makanan, bahkan tukang parkir dan pengamen! karena batal lah sudah tambahan pemasukan dari kalian.
satu dampak negatif lainnya yang kemungkinan besar terjadi adalah terulangnya kata-kata memalukan yang pernah keluar dari mulutku ini, "wah, cakep banget, seperti bukan di indonesia yah?" karena anak-anak sekarang, generasi penerus bangsa tidak mengenal negerinya dengan baik! visit indonesia year 2008 yang seharusnya bisa menjadi pilihan strategis untuk lebih mengenalkan keindahan indonesia kepada masyarakat indonesia, telah dikacaukan oleh surat pengurangan cuti bersama.

lalu, apakah tarif karcis masuk ke obyek-obyek wisata dan paket wisata ada harga specialnya atau PaHenya? aku belum cek, jadi aku tidak bisa menjelaskan banyak tentang yang satu itu.

bagaimana dengan fasilitas-fasilitas obyek wisata, seperti toilet, area parkir, homestay, security, tour guide bertambah dengan kualitas yang semakin baik pula? dan apakah penanggulangan sampah sudah lebih baik?

apakah para penggiat wisata sudah siap untuk mendidik wisatawan indonesia menjadi wisatawan yang baik, yang tidak vandalis, tidak menganggap setiap jengkal tanah, setiap aliran air, setiap pohon dan batu adalah tempat untuk membuang sampah dan kotoran lainnya?

beberapa hari yang lalu sewaktu menikmati perayaan imlek, tertangkap oleh mataku spanduk putih terpasang di hotel melia purosani. spanduk itu menghadap ke jalan mataram, tertulis "visit indonesia year 2008". yang membuatku tertegun adalah kesan begitu sederhanya spanduk itu dibuat, bahkan terlalu sederhana, well, sebenarnya spanduk itu terlihat dbuat seadanya saja. tidak ada hiasan apapun, tidak ada tambahan warna ataupun dekorasi lainnya, hanya tulisan itu. aku kecewa, kecewa pada pengelola hotel bintang lima itu. apakah agenda visit indonesia year 2008 begitu tidak berartinya sehingga spanduk yang dipasang pun seadanya? apakah hotel purasani sendiri tidak ada dukungan, niatan untuk menyukseskan agenda penting itu? atau jangan-jangan spanduk itu pun dipasang dengan rasa terpaksa, karena perintah dari pemerintah negeri ini? bukankah kemudian dengan adanya agenda tahun kunjungan indonesia, pengelola hotel bisa merangkaikan program-program hotel itu sendiri dengan agenda besar ini?
bagaimana dengan ditempat lain? bagaimana dengan hotel lain lain?
bagaimana dengan didaerahmu kawan? apakah kamu dan setiap bagian dari kotamu menyambut dengan antusias dan siap menyukseskan agenda penting ini?

tahun 2008 baru berjalan sampai dibulan februari, yang berarti masih ada 10 bulan. yah, 10 bulan untuk mendukung dan menjadi bagian dari agenda besar negeri kita. 10 bulan untuk mulai petualangan mengenal lebih baik negeri kita, indonesia. 10 bulan untuk mulai mereguk kenikmatan dari keindahan paranoma alam dan pesona budaya yang ditawarkan oleh negeri 17 ribu pulau ini.
jika pemerintah kita dan pengelola objek wisata belum siap mendidik kita menjadi wisatawan yang baik, marilah kita mendidik diri kita sendiri. marilah kita menjadi wisatawan yang baik, wisatawan yang leave no trace, take nothing but picture, leave nothing but footprint.
mari kita berwisata dengan hati. karena hati, adalah tempat yang selalu bisa memberi tahu kita, mana perbuatan yang benar dan mana yang salah.
tahun kunjungan indonesia 2008, wisata dengan hati
visit indonesia year 2008, tourism with heart.

No comments:

Post a Comment