Pages

Monday, February 18, 2008

dan segala doa kami terkirim untukmu, yeni siregar

aku beranjak keluar dari kos, berjalan disuatu siang yang diselimuti awan-awan kelabu, mengarahkan kakiku menuju depan kampus kehutanan, tempat biasanya aku menyetop bus. siang ini aku memtuskan untuk menjadi bus rider, setsuko kutinggalkan untuk menikmati waktu istirahatnya. tiba-tiba kudapati gapura kampus tempat aku berusaha memenuhi diriku dengan berbagai hal dibidang kehutanan, dipenuhi oleh oleh tempelan lembaran-lembaran bertuliskan "turut berduka cita atas meninggalnya yeni siregar..." dan sebuah foto perempuan berjilbab sedang tersenyum riang tapi sedikit malu-malu dari balik pundak seseorang. "ada apa ini?, siapa ini yang meninggal? meninggal karena apa?", pertanyaan-pertanyaan itu menyergap diriku. jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu datang tidak lama kemudian. erma, juniorku di ifsa, bersedia kutahan beberapa saat lamanya untuk menceritakan apa yang terjadi. dan seketika semua menjadi jelas.

seorang calon pejuang kehutanan indonesia telah berpulang tepat ketika perkenalannya pertama kali dengan hutan rimba gunung lawu, disaat dia mulai belajar meningkatkan kemampuan personal-mengasah ketangguhannya di lapangan (survival, navigasi, etc) belajar mereguk bekal yang akan sangat membantu ketika dia nantinya terjun dan bekerja di dalam hutan..

ada sesal yang terasa ketika mengetahui bagaimana itu semua terjadi. seandinya ini... seandainya itu.. tapi kutertahan, mengetahui bahwa kamu sendiripun tidak mencoba menyesali apa yang menjadi pilihanmu. kamu tetap berkeras, melawan rasa sakit yang mengepungmu, untuk berada pada final day-sebuah puncak dari 9 hari pendidikan dan latihan di kaki gunung lawu, untuk dilantik menjadi anggota mapala silvagama.
"dia tersenyum saat meninggal.." aku seorang panitia diklat yang terus berada disampingnya di saat-saat kritis. kurasa, saat itulah puncak sebenarnya dari perjuanganmu, yeni.

yeni siregar, angkatan 2006, i dont actually know her, but i realised i suddenly feel so sad, ada yang hilang dari hidupku. kubaca semua tulisan tentangnya, press release silvagama, aliran ucapan dari dukacita di mailing list forest gam, bahkan sampai ke mailing list komunitas backpacker indonesia. ini adalah perkenalan pertama kali aku dengannya, yang sekaligus, sebagai tanda perpisahan. "mirip awakmu nduk", "anaknya kayak mba mila", "anak e persis koe, mil" ucapan-ucapan itu mengalir dari seorang teman, penjaga kampus dan pasutri pedagang angkringan yang senantiasa mangkal didepan kampus, ketika menggambarkan ciri-ciri fisik yeni dan senyuman yang sering merekah dari bibirnya. mungkinkah kemiripan ciri-ciri fisik yang membuatku serta merta merasa kehilangan meski aku belum sempat berkenalan dekat dengannya?

malam ini, kami berkumpul di masjid kehutanan. kami niatkan dan kami ikhlaskan segala pahala yang kami peroleh dari doa yang kami panjatkan dan setiap ayat dari surat yaa siin yang kami baca, hanya untukmu, juniorku, saudari kami, yeni. semoga semuanya terkirim padamu. terima kasih yeni atas kepergianmu, yang membuat kami semua seketika tersadar atas kekurangsiapan kami dilapangan, disegala bidang. kau memberi kami kesempatan untuk menyadari apa yang menjadi kekurangan kami, kau memberi kami kesempatan untuk lebih awas, lebih siap dilapangan, untuk lebih bersemangat dan lebih berkomitment atas pilihan yang dibuat dan yang terpenting, untuk lebih ikhlas menjalani konsekuensi dari setiap pilihan itu. saatnya kunyanyikan lagu mars rimbawan untukmu, sebagai salam perkenalan dan ucapan selamat jalan kepada srikandi muda kehutanan indonesia., penghargaan atas semangat, senyuman dan rasa memiliki yang tercipta oleh dirimu..

Hai perwira, Rimba raya
Mari kita bernyanyi
Memuji hutan rimba dengan lagu yang gembira
Dan nyanyian yang murni
Meski sepi hidup kita
Jauh ditengah rimba
Tapi kita gembira sebabnya kita bekerja untuk nusa dan bangsa

Rimba raya rimba raya
Indah permai dan mulia 2 x
Maha taman tempat kita bekerja

Rimba raya maha indah
Cantik, molek, perkasa
Penghibur hati susah penyokong nusa dan bangsa
Rimba raya selalu
Disitulah kita bekerja disinar matahari
Gunung lembah berduri haruslah kita lalui dengan hati yang murni

Rimba raya rimba raya
Indah permai dan mulia 2 x
Maha taman tempat kita bekerja

Pagi petang, siang malam
Rimba raya berseru
Bersatulah bersatulah, tinggi rendah jadi satu
Pertolongan selalu
Jauhkanlah sikap kamu yang mementingkan diri
Ingatlah Nusa dan Bangsa minta supaya dibela oleh kamu semua

Rimba raya rimba raya
Indah permai dan mulia 2 x
Maha taman tempat kita bekerja

No comments:

Post a Comment