Pages

Monday, October 22, 2012

pilih Bank yang mana?

Mahasiswa baru dan sekolah di Inggris? ahh itu saya 4 bulan yang lalu. Dan sebagai mahasiswa baru satu hal yang musti segera dimiliki adalah rekening bank. Pertanyaannya adalah dengan begitu banyak pilihan Bank yang bertebaran di negeri Ratu Elizabeth II ini, yang mana yang paling sesuai untuk mahasiswa yang studi dan hidupnya bergantung pada beasiswa? sebelum memutuskan Bank yang dipilih tentu kita musti punya satu atau dua kriteria Bank ideal. Bagi saya pribadi, cukup satu satu kriteria saja, yaitu tanpa biaya admin untuk transaksi apapun; ambil uang di ATM, transfer ke rekening Bank berbeda, admin bulanan, belanja online dan sebagainya.

Tadinya saya berpikir Bank ideal itu tidak exist. Berdasarkan pengalaman dengan Bank di Indonesia, bahkan Bank yang kelihatannya banyak digunakan oleh mahasiswa atau pedagang level mikro, tetap saja menerapkan biaya untuk satu atau beberapa transaksi tertentu atau sekedar biaya administrasi bulanan, yang membuat saya sering tak dapat berkata-kata kala melihat buku tabungan karena biaya admin bulanan lebih besar dibandingkan bunga tabungan *nangis


Tapi, Bank yang saya impikan itu ternyata ada! cihuyy.. dan saya tidak perlu mengunpulkan informasi sebelumnya karena mas Lukman, mahasiswa Indonesia yang telah lebih dahulu belajar di Inggris, menyarankan untuk membuka rekening Basic Account di Bank Natwest. Awalnya saya sedikit ragu apakah Natwest adalah Bank ideal yang selama ini saya cari (cuilee, macam nyari lelaki ideal saja :p) bukan karena saya kena charge pas belanja offline dan online atau kena biaya bulanan, tapi karena rata-rata teman saya yang juga belajar di Inggris punya rekening di Bank Llyods TSB. Tentu saya bertanya-tanya dong alasan apa yang membuat mereka memilih Llyods dibanding Natwest? tapi, tidak pernah saya nggagas untuk tanyakan ke teman-teman karena malas, hehehe jangan ditiru alasannya ya.

Daaan ternyata memang tidak perlu saya tanyakan karena yang beginian lebih afdhol kalau dibuktikan. Kebetulan teman saya satu jurusan juga pake Llyods dan waktu ngobrol tentang rumah kos masing-masing dan bagaimana pembayaran kami lakukan, temanku itu musti pake cek supaya tidak kena biaya administrasi yang kabarnya cukup tinggi karena beda Bank, kemudian cek dikirim lewat pos. Sedangkan saya dengan Natwest hanya perlu transfer biasa atau pakai standing order tanpa biaya administrasi satu pence pun, ke Bank manapun yang beroperasi di Inggris, dapat dilakukan dengan mengunjungi kantor Bank terdekat, atau online tatkala tidak ingin keluar rumah karena udara terlalu dingin atau salju yang membuat jalanan licin.

Jadi, kalau ada yang masih bingung memilih Bank yang mana di Inggris, saya rekomendasikan Natwest deh. Untuk basic account ga ada bunganya memang, tapi yang paling penting tidak ada potongan dari Bank diluar pengeluaran yang dilakukan. Nyaman kan? :-)

Friday, October 19, 2012

Ekstrakulikuler untuk mahasiswa S2

untuk mahasiswa  S2, ekstrakulikuler apa ya yang pas untuk diikuti? hm pertanyaan yang sangat bagus namun sayang tidak dapat saya jawab langsung. bagaimana kalau menengok pengalaman saya?

karena dari SMP saya selaku ikutan organisasi sekolah atau ekstrakulikuler, maka kuliah di Uni Kent pun saya bertekad untuk masuk ekskul. waktu itu belum kebayang ya beban kuliah, well, sebenarnya udah sih cuma karena masih di bayangan belum kenyataan jadi masih saya tanggapi dengan santai. tidak tanggung-tanggung, saya daftar eskul olahraga memanah dan polo berkuda! romantisme cerita Robin Hood, Lord of the Ring dengan hutan dan para ksatria dengan panah atau pedang di tangan seakan menghipnotis saya dan ya mumpung di Inggris kenapa tidak dicoba sekalian? sayangnya, saya ternyata hanya berani sampai pendaftaran saja., hahaha. 

klub polo berkuda. pertama, yang jelas saya belum pernah naik kuda seumur hidup. kalau naik gajah sih udah lumayan sering, tapi ga bisa disamain toh menunggang kuda dengan naik gajah. kedua, kuda di sini besar dan tinggi. kalau saya yang menunggangi, sudah pasti akan tampak seperti frodo si hobbit menunggang kuda dan mesti ada yang  orang lain yang menemani, yang mengendalikan sang kuda dengan tali kekang. ketiga, biaya. jebule (ternyata) klub polo ini biayanya tinggi. untuk sesi 1 jam latihan, tiap mahasiswa bayar 30 Poundsterling. haduuh itu mahal sekali. sudah bisa ditebak yang membuat mahal adalah biaya perawatan kuda dan gaji instruktur. alhasil saya sukses mundur teratur. tidak ada yang perlu disesali, toh Kate Middleton juga ga ada tuh main polo berkuda tapi tetap kece., hehehe.. doi mah dari lahir emang sudah kece. 

klub memanah. untuk klub memanah saya lebih optimis. meski saya juga ga ada pengalaman memanah sama sekali, seperti halnya berkuda, tapi saya merasa lebih yakin karena yang terpikir memanah pasti lebih mudah daripada berkuda. untuk klub memanah, ada sesi ujicoba. jadi buat mahasiswa baru yang tertarik dengan klub olahraga yang satu ini, bisa nyobain memanah dengan gratis. jadilah saya datang ke lapangan memanah di kampus pada suatu sabtu siang. sendiri aja. tadinya ngajak si Greg tapi dia masih ada urusan jadi ga bisa ikutan. tiba di lapangan, saya segera menemui beberapa orang yang saya perkirakan sebagai pengurus atau anggota klub. saya senyum dan menyapa "hi... I am a new student and I am interested to join the archery club. I was told to come to one of the tester sessions and here I am. what should I do what should I know?" saya berharap diberi penjelasan tentang klub ini dan sesi tester siang itu dan alat mana yang bisa saya pakai dan bagaimana cara pakainya dll dll. tapi alih-alih dapat penjelasan, saya malah ditinggal. si mbak dan si mas yang saya temui merespon saya dengan sungkan. si mbak minta si mas menjelaskan tapi si mas menolak dengan alasan capek., abis tu wuzz, dua orang itu pergi begitu saja. dan saya hanya bisa terpana melihat mereka pergi. lho kok saya ditinggal? apa karena saya kurang senyum atau kebanyakan senyum? apa karena bahasa inggris saya yang kurang jelas? (ya, saya cenderung kumur2 klo ngomong dlm bahasa Inggris) atau apa karena saya ga punya peralatan panah sendiri? atau karena saya orang Asia bukan bule? atau karena saya berjilbab? haduh susah jawabnya. lha ngapain juga dijawab, pertanyaannya kan bukan buat saya. 

dan saya pun mengurungkan niat untuk mencoba olahraga yang dimata saya terlihat seksi itu. tapi saya tidak langsung pulang karena saya malah kenalan dengan mahasiswa asal Mauritius, namanya Imaan. kalau dalam Islam kita kenal Imaan sebagai pemimpin shalat berjamaah. tapi Imaan yang ini adalah mahasiswa tingkat pertama jurusan arsitektur. kebetulan Imaan punya peralataan sendiri dan dia memang dari kecil sudah berlatih memanah. tanpa saya minta, Imaan memperkenalkan saya pada busur, anak panah, dan bagaimana mengetahui ukuran peralatan yang pas untuk saya. tidak lupa dia berbagai tips, katanya, jangan beli peralatan memanah di Inggris, kualitasnya kurang begitu bagus. kalau mau yang bagus, beli di Perancis. saya menganggukkan kepala, tersenyum dan mengucapkan terima kasih padanya. ahh, ini yang namanya, kalau pintu yang satu tertutup, Tuhan akan membuka pintu yang lain. saya memang tidak jadi ikutan klub memanah (sayang soalnya jumper klubnya keren, hihi), tapi gantinya saya dapat teman yang kerap saya temui di kampus karena dan jurusan Imaan menggunakan gedung yang sama dengan jurusan saya, konservasi.

yaa akhirnya memang tidak satu klub olahragapun yang saya ikuti. kalau saya masih S1 mungkin tahun berikutnya saya akan coba lagi, tapi karena saya hanya punya jatah 1 tahun untuk menyelesaikan studi, saya tidak ngotot untuk musti bergabung di klub tertentu atau klub manapun karena yang terutama adalah studi saya. kalau ga masuk klub bukan berarti tidak lengkap statusnya sebagai mahasiswa S2. lagipula, ada banyak hal lain di kehidupan seorang mahasiswa. satu yang pasti adalah daftar bacaan pustaka yang menumpuk ;-)


Saturday, October 13, 2012

Canterbury Festival


Canterbury, meski kotanya kecil dan kalah tenar dibanding kota Liverpool atau Manchester, selalu ada hal menarik yang ikut meramaikan kota berpenduduk lebih dari 43 ribu jiwa ini, satu diantaranya adalah festival tahunan yang bernama Canterbury Festival. Festival seni dan budaya ini merupakan yang satu event yang cukup penting dan besar di seluruh region Southeast England. Festivalnya sendiri berlangsung selama 2 minggu di bulan Oktober dan berisi beragam pertunjukan mulai dari musik, drama dan banyak lagi. Timingnya emang pas banget nih di awal semesteran, seakan menyambut mahasiswa-mahasiswa baru yang numpang belajar di kota ini. 


Tiap tahun penyelenggara Canterbury Festival berganti. Kalau tahun ini penyelenggaranya adalah CCCU alias Canterbury Christ Church University, maka tahun depan penyelenggaranya adalah...emm belum tahu, heheh. Teman rumahku, Verena, dari Jerman yang kuliah di CCCU termasuk panitia kegiatan ini. Maka diantara kuliah dan tugas yang menumpuk, dia musti meluangkan waktu untuk menjalani tugasnya. Wah jadi ingat masa kuliah dulu., eh sekarang juga lagi kuliah ding :p, maksudnya waktu kuliah di Jogja, dan dengan kesibukan yang seabrek campuran antara kuliah, berorganisasi dan panitia sana-sini. 


diantara bapak 3 ini ada yg mirip uncle Vernon dr HarryPotter

Anyway, beberapa acara di festival ini gratis, termasuk parade pembukaan pada sabtu 13 Oktober. Jadilah saya bersama beberapa teman Indonesia ngumpul di depan katedral menyaksikan paradenya. seru!! dan cuaca juga mendukung karena sinar matahari meski agak malu-malu awalnya, mulai berani untuk tampil penuh ketika rangkaian parade melewati katedral. ahh jangan2 mataharinya pengen ikutan nonton juga nih, hehe. 


Setelah paradenya lewat dan kebetulan kami ada depan pintu masuk kathedral, kami pun lanjut main ke kathedral. kebetulan juga beberapa orang termasuk saya sendiri belum pernah masuk kathedral ini. oh ya, kathedral ini adalah landmark atau ciri kota Canterbury dan bagi pelajar, untuk masuk kathedral cukup menunjukkan kartu pelajar saja tidak perlu bayar., kewren.

Canterbury Cathedral yang megah

Sekilas tentang kathedral Canterbury ini, cerita yang saya dengar dari mas Lukman, orang Indonesia yang baru saja menyelesaikan kuliahnya di Uni of Kent, pendeta dari kathedral ini yang bertindak sebagai pendeta pernikahan Pangeran William dan Kate Middleton. Kalau lihat dari sejarah kathedralnya sih ga heran ya, soalnya kathedral ini disebut sebagai Mother Church of the Anglican Communion and Seat of Archbishop of Canterbury. selain itu, kathedral ini ternyata salah satu situs warisan dunia. Selain sebagai tempat beribadah, kathedral ini juga sebagai tempat wisata jadi selalu ramai dikunjungi. sebenarnya kathedral ini multi fungsi sih, soalnya jadi tempat untuk wisuda mahasiswa Uni of Kent. maaf ya saya lagi kurang mood untuk nulis lebih banyak tentang kathedral, pengen sih, tapi belum nemu nih mood yang pas. oleh karena itu, bagi yang berminat mencari tahu tentang kathedral Canterbury ini sila tanya ke mbah google atau kesini aja. :-)



Mobil pengantinnya lucu ya

Kami tidak lama tinggal di kathedral., sebenarnya cuma numpang foto aja di halaman abis tu langsung cabut karena rasa lapar telah melanda dan musti cepat2 nyari tempat makan karena setiap akhir minggu pusat kota selalu saja ramai.

Hana, Greg, Adi & Kevin