Pages

Thursday, March 5, 2009

kesandung dollar leccek

saya dikasih uang US$ 320 sama karen, presidennya projek macan dahan, untuk bayar utang tiket saya di kantor. karena sudah lama tidak berurusan dengan bayar2 tiket ke luar, jadi 4 lembar uang dollar itu langsung saya masukkan ke dompet saya tanpa peduli untuk ngecek tahun dan serinya.

begitu tiba di kantor, duidnya gak langsung saya serahin., meski sudah ditagih sama orang keuangan sejak hari pertama saya masuk kantor lagi, hahaha. bukan bermaksud jahat. masalahnya gini, utang tiket saya US$404, duid yang saya punya cuma US$320, jelas gak cukup la untuk bayar utang tiketku itu. duid itu saya simpan saja sambil nunggu orang yang katanya mo bayarin sisa yang US$84. lumayan toh, US$ 320 kalo dirupiahin dengan rate skarang (Rp. 12300) maka di dompet saya ada Rp. 3,936,000 hehe.. karena dollar dompetku tetap aja tipis. tapi coba klo dollar ini dirupiahin ke dalam bentuk 50ribuan rupiah?.., wuiih.. pasti dompet saya sudah tebal!!

setelah berdiam selama 3 minggu dan mendapat kepastian kekurangan yang US$84 itu , empat lembar dollar amerika itu akhirnya saya serahkan juga. saat itu tidak ada komentar apa2 dari orang keuangannya. tapi seminggu berikutnya saya dipanggil, tentang dollar yang kemarin!.
begitu masuk ruangannya, empat lembar dollar itu diserahin kembali ke saya. "dollarmu gak laku! orang travelnya gak mau nrima. mereka minta yang tahun 2003 (paling tua) dan serinya harus 'F'. lagipula yang kamu punya ini sudah lusuh, leccek dimana-mana. pokoknya saya gak mau tahu, dollar yang saya terima mesti seperti yg diminta sama orang travel!
saya melihat kembali satu persatu lembaran dollar itu dengan seksama. semuanya tahun 1999 dan memang sedikit lusuh. di lembaran $20 malah terkena tinta pink di sudut atas.

aduuhh. saya langsung teringat bahwa di indonesia, meski banyak orang yang mengidolakan negerinya pakde (paman dalam bhs jawa) sam itu, kita ternyata sangat selektif dengan lembaran mata uangnya. gak boleh leccek, gak boleh bekas terlipat, gak boleh tahunnya terlalu tua, gak boleh sedikitpun kena tumpahan tinta, dst.. dst...
kalau dollar kita kondisinya tua ataupun leccek, ada dua kemungkinan: masih laku tapi nilainya rendah atau tidak laku sama sekali.

saya merana mendengar permintaan dari orang keuangan. gimana nanti kalau di pekanbaru gak ada yang mo nerima dollar yang memang sdikit lusuh dan leccek ini??
antara khawatir, panik and somehow yakin dollar yg saya pegang ini masih berlaku, saya coba membujuk orang keuangan.
"dollarnya bukannya bisa ditukarin ke bank?"
"ahh., itu urusan kamu lah. pokoknya saya mau nerima dollar yang sesuai dengan yg diminta orang travel!" jawab orang keuangan lagi. terdengar nada sebal dalam jawabnya. mungkin karena terlalu banyak berkutat dengan angka2 rupiah dan laporan keuangan membuatnya pusing, dan persoalan dollar ini membuat kepalanya makin pusing saja.
saya menghela napas. "ok, biar saya yang tukar" jawabku lalu permisi keluar.

besok paginya saya ke bank. ternyata dollar saya juga tidak diterima dengan alasan yang sama: tahun tua, kena tinta, dan leccek. ampuuun deh, sampai segininya punya dollar.

akhirnya nemu juga tempat yang mau menerima dollarku ini, money changer!!
smuanya aku tukar sesuai dengan dollar yang baru. setelah membayar 96000 sebagai ongkos tukar dollar lama ke baru, saya diberi amplop bikinan sendiri (dari kalender). "biar gak terlipat dollarnya. klo ada bekas lipatan nanti gak diterima lagi dollarnya" kata orang money changer sambil senyum.
"terima kasih ya" jawabku.

dollar dollar.... sampai segitunya kah kau musti diperlakukan?
sumpah., ribet dan bikin pusing aja!

No comments:

Post a Comment