Pages

Monday, November 30, 2015

Balada Travel Jambi

Sejak bergabung dengan sebuah grup perusahaan karet alam akhir tahun lalu, saya kembali menjadi akrab dengan 'travel' sebagai moda transportasi utama saya dari Kota Jambi menuju lokasi kebun, atau sering kami sebut 'site' yang terletak di Kabupaten Tebo, sekitar 6 jam perjalanan dari kota Jambi. Travel ini adalah angkutan umum yang biasanya menggunakan mobil jenis MPV seperti X*nia, Av*nza atau Inn*va.

Sebelum kerja alias semasa kuliah dulu di Jogja, tiap mudik ke Sungguminasa, Sulawesi, yang selalu mengandalkan kapal Pelni yang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya ke Pelabuhan Soekarno-Hatta di Makassar, saya pasti naik 'travel' dari Jogja ke Surabaya, jadi travel ini memang sudah tidak asing lah bagi saya. Hanya, travel di Jambi atau di Sumatera pada umumnya, kualitas pelayanannya belum sebaik kualitas pelayanan travel di Jawa. Kalau travel di Jawa yang waktu itu saja (zaman 2002-2008) sudah full AC, maka beneran full AC, sehingga saya tiap naik travel wajib pakai jaket kalau tidak ya bakal kedinginan sepanjang perjalanan. Sedangkan travel di Jambi, full AC itu hanya tulisan di tiket dan di badan/kaca mobil saja, kenyataannya mah geraah. Ntah AC nya yang bocor (sudah saatnya diservis) atau memang dikecilin outputnya dalam rangka hemat bbm.

Perbedaaan kedua, supir travel di Jawa yang rata-rata perokok, baru merokok kalau pas istirahat dan merokok di luar mobil. Sedangkan yang saya alami di Jambi, kalau drivernya mau merokok ya merokok aja dia, tinggal buka jendela dan asap pun mengepul memenuhi mobil. Sebagai orang yang anti asap rokok, ga kebayang dong dongkolnya saya tiap hal ini terjadi. Meski sudah protes, sering kali dengan cueknya si supir hanya berkata, "buka be jendelanya, kak". Uuh keselnya minta ampun, mau turun tapi nanti saya naik apa, ga mudah ketemu Bus Penumpang yang melintas antar provinsi atau kabupaten, tidak seperti di Jawa yang pilihan dan frekuensinya cukup banyak. Rugi banget saya rasanya, dengan harga tiket Rp. 110,000 kondisi kesehatan saya terdzolimi.😖


Ketiga, kondisi mobil masih lebih bagus mobil travel di jawa, lebih wangi juga, dan lebih banyak pilihan jenis mobil. Ga hanya MPV tapi juga jenis bus mini macam Trav*llo, jadi kalau mau legaan bisa pilih tipe mobil yang lebih gede. Harganya kalau ga salah sih sama saja dengan tipe MPV, beda harga ditentukan dari tujuan aja.

Yaah, kira-kira itu lah tiga perbedaan dasar antara travel Jawa dengan travel Jambi sesuai yang saya alami.

Kembali ke Travel merk Teluk Kembang tadi. Terakhir kali saya naik travel ini yaitu dari kota Rimbo Bujang menuju kota Jambi. Saya berangkat jam 9 pagi dan kebetulan pagi itu hujan turun mengguyur cukup lebat. Saya yang duduk di bangku baris dua dekat pintu terkena guyuran hujan karena sekat pintunya rusak jadi bagian atas pintunya ga bisa rapat dan air hujan pun sukses masuk ke dalam mobil. Alhasil baju dan celana saya basah separuh badan saya (sebelah kiri). Si abang supir minta maaf tapi ga bisa ngapa2in juga karena pintu mobilnya yang rusak dan sayangnya dia hanya supir, tidak merangkap mekanik. Kejadian itu jadi pengalaman yang paling tidak mengenakkan, selain kejadian supir merokok dalam mobil. Sejak itu saya bertekad untuk tidak naik travel ini kecuali dalam keadaan sangat terpaksa karena tidak dapat travel lain.

Dalam rangka menghindari menggunakan Teluk Kembang meski merupakan langganan kantor, saya pun mulai mencari alternatif travel lain, dan akhirnya saya mencoba Travel merk Tebo Gemilang. Dari sisi pelayanan saya cukup puas karena secara umum lebih baik lah dari merk sebelumnya.  Supir yang mengendarai mobilnya juga lebih enak, lebih halus, lebih manusiawi lah. Daan yg menurut saya penting adalah supirnya ga merokok di mobil! Supir hanya merokok ketika berhenti di rumah makan dan yang jelas di luar mobil lah merokoknya. Karena rata-rata jumlah penumpangnya tidak sebanyak Teluk Kembang, jadi saya selalu bisa mendapat kursi di depan, disamping supir. Untuk harganya sama dengan Teluk Kembang, sedangkan untuk AC nya sendiri, yaa mungkin sudah standar travel di Jambi kali ya, AC nyala tapi tidak jaminan membuat penumpangnya adem.

Beberapa teman yang mengetahui saya kini menggunakan travel Tebo Gemilang kompak menyarankan saya untuk tidak naik travel tersebut karena kantor/ruko dimana travel ini bermarkas, juga adalah tempat jual tuak (minuman alkohol tradisional). Waduuuh... teman-teman yang sudah lebih dahulu mengetahui hal tersebut memang tidak ada yang mau naik travel tebo gemilang, tentunya karena khawatir drivernya telah minum tuak sebelum mengendarai mobil. Saya tentu saja juga jadi khawatir dan panik, terlebih saya ini kan belum nikah! (penting).

Lalu ada teman yang menyarankan saya untuk coba naik travel merk Ceria. Kata teman saya sih sih pelayanan Ok, lebih baik dari Teluk Kembang. Saya pun berniat mencobanya. Cuman, tiap saya telepon ke Ceria dan mau booking satu tempat, malah jam berangkat yang saya inginkan tidak tersedia. Saya maunya yg berangkat siang, eh armada mereka hanya berangkat jam 8 malam. Sering juga saat saya mau tanya jadwal, hari yang saya inginkan malah tidak ada armada yang berangkat. Walaah ini bagaimana mau dicobain kalau waktunya ga sesuai terus. Ini sih sama aja macam jodoh yang dipaksakan... ga bakal jadi deh.



Akhirnya meski khawatir dengan kemungkinan supir Tebo Gemilang minum tuak sebelum mengendarai kendaraan, saya rasa saya masih lebih bisa menerima resiko itu dibanding jika harus naik Teluk Kembang yang jelas pelayanannya tidak membuat nyaman dan menganggu kesehatan saya dengan supirnya yang merokok. Lagipula supir minum tuak itu kan baru kemungkinan ya belum ada faktanya. Toh sejauh yang saya perhatikan selama beberapa kali naik travel ini supirnya terlihat sangat sadar2 aja (duh semoga saya tidak salah mengidentifikasi orang sadar vs orang sehabis minum tuak). Dan juga resiko berkendaraa pasti selalu ada, terjadi sesuatu dalam perjalan itu tergantung ajal/musibah kan.. iya kan.. kan.. kan? Semoga saya dan kita semua yang harus menempuh perjalanan selalu dilindungi dari marabahaya. (mencoba berpikir positif sembari dalam hati berdoa kenceng2 supaya selalu selamat).

Terakhir tentunya semoga travel di Jambi khususnya dan di Sumatera umumnya, ada perbaikan kualitas pelayanan sehingga bisa menyamai kualitas travel di Jawa. 
Ayo dong yang di Jawa tularkan ilmunya ke sini. Atau ayo dong para penyedia jasa travel di Jambi, belajar ke Jawa gih supaya servisnya lebih markotop bin aman.


No comments:

Post a Comment