Pages

Tuesday, March 6, 2012

patung seronok & curhat pejalan kaki

minggu pagi menjelang jam sembilan di ibukota. bus damri jurusan blok m-bandara soetta melaju pelan. bukan karena terhimpit kemacetan, tapi pak sopir sepertinya menikmati suasana pagi itu yang hening, lengang, dan ditemani rintik hujan. suasana yang saya kira hanya ada di satu kali dalam satu minggu, 4 x satu bulan, 48 kali dalam satu tahun di kota jakarta yang telah disesaki lebih dari 10 juta orang penduduk & 11 juta kendaraan bermotor. saya tidak keberatan karena penerbangan saya masih cukup lama dan sepertinya penumpang lain juga tidak ada yang tergesa-gesa untuk tiba di bandara.

melewati patung pemuda membangun di daerah senayan, tubuh kekar seorang lelaki nyaris telanjang mengingatkan saya pada patung tarian rakyat di pekanbaru yang memicu kontroversi di masyarakat. patung tersebut diprotes dan diminta untuk dibongkar karena bagian bokong patung penari wanita dinilai terlalu mencolok terlihat seronok nan erotis. hahahah sungguh sungguh perdebatan yang tidak penting. mana yang lebih seronok coba?  patung wanita tersebut berpakain menutup seluruh tubuh, sedangkan patung tugu pemuda membangun bokongnya terlihat jelas dengan sehelai kain yang hampir terlepas? tapi patung ini, setahu saya, ga pernah tuh dianggap terlalu seronok sehingga diminta untuk dibongkar atau setidaknya mengundang kontroversi dan perdebatan. ya karena ga penting dan tidak guna aja dan buang-buang energi mengurusi hal-hal tidak penting dan tidak guna. 
sayangnya kita seringkali meributkan dan mengurusi hal-hal kecil yang tidak penting. memicu perdebatan yang tidak bermutu, tidak substantif serta melupakan hal-hal yang justru sangat penting. misalnya, kenapa tidak berdebat tentang betapa tidak ramahnya pekanbaru bagi pejalan kaki seperti saya ini? saya sudah berjalan di pinggir, kalau perlu mepet ke selokan, itu pun masih selalu hampir keserimpit mobil, motor, atau angkot! belum lagi kalau menyebrang jalan. menyebrang jalan di kota ini seperti rasanya seperti mau bunuh diri saja! zebracross yang seharusnya menjadi hak mutlak pejalan kaki tidak ada nilainya sama sekali bagi para pengendara kendaraan menunggu di ujung garis putih-putih itu rasanya bisa berlangsung selama-lamanya, bahkan hingga 30 menit! jika memberanikan diri melangkah ke tengah, maka serentak bunyi klakson mobil dan motor menyerang membuat saya musti melangkah mundur kembali. rasanya seperti dibombardir peluru dalam medan peperangan. sungguh mengerikan. satu hal yang bisa saya lakukan adalah menunggu hingga tersedia cukup ruang bagi saya untuk menyebrang. setengah berlari saya berusaha secepat mungkin tiba di seberang jalan. ohh jangan tanyakan jembatan penyebrangan. seperti halnya harimau sumatra, jembatan penyebrangan adalah sesuatu yang sangat langka di kota ini.

jadi, bagaimana bapak ibu saudara sekalian, bersediakah berhent berdebat tentang hal yang tidak penting dan beralih ke perdebatan produktif seperti menghadirkan solusi bagi pejalan kaki di kota pekanbaru seperti saya?

apa? tidak bisa kenapa?
karena pejalan kaki seperti saya di kota pekanbaru jumlahnya jauh lebih sedikit dibanding orang-orang yg merasa terprovokasi oleh bokong seronok sang patung penari wanita..

Tuesday, January 31, 2012

Indonesia miliki Al-Quran terbesar di dunia, pentingkah?

saya tertegun ketika membaca berita ini, "Al-Quran terbesar di dunia ada di Palembang" dan saya lalu menghela nafas panjang, yaaaah, lagi-lagi perhatian, uang, tenaga, skill, dan daya kreatif sekedar menjadi sebuah monumen, itupun hanya bisa dinikmati secara terbatas karena hanya ada di Palembang sehingga untuk melihat Al-Quran yang dikukuhkan sebagai yang terbesar di dunia ini tentunya harus berkunjung ke Provinsi yang terkenal dengan kuliner empek-empeknya. Tidak hanya menelan dana yang cukup besar yaitu Dua Milyar Rupiah, pembuatan Al-Quran yang dipahat pada Kayu Trembesi ini juga memakan waktu yang cukup lama hingga Delapan Tahun., woww... sungguh suatu investasi yang menurut saya sia-sia., kenapa?

1. karena menurut saya ga jelas peruntukannya. Al-Quran sebagai kitab suci umat Islam ngapain ya dibuatin seperti itu? kalau hanya sebagai sekedar monumen, untuk dilihat, untuk dinikmati tapi tidak diamalkan lalu untuk apa? monumen itu fungsinya sebagai pengenang, pengingat misalnya akan kejadian yang telah lampau atau kepahlawanan seperti tugu pahlawan di surabaya ataupun monumen washington di washington dc di amerika.

2. kalau ditujukan untuk memperbaiki citra Islam dan Indonesia yang tengah terusik oleh isu terorisme, saya kira pembuatan Al-Quran terbesar ini justru salah sasaran. lha, gimana caranya memberitahu kepada masyarakat di seluruh dunia bahwa Islam itu damai dengan sebuah bangunan Al-Quran? dinikmati karena keindahannya iya, tapi bagaimana bangunan ini menyampaikan pesan yang diinginkan tanpa pengamalan di kehidupan orang-orang muslim itu sendiri?

3. karya fenomenal tanpa arti. ya, Al-Quran terbesar di dunia yang kini dimiliki oleh Indonesia adalah karya fenomenal karena keindahannya, karena skill para seniman kaligrafi, karena investasi dana dan waktu yang cukup besar menunjukkan tingginya perhatian terhadap pembangunan ini. tapi apalah artinya bagi negeri ini menghasilkan karya fenomenal jika di masyakaratnya masih terselip rasa takut akan bom, akan perkosaan di kendaraan umum, dll? ingat, di dalam Islam di Al-Quran juga terkandung tata kelola pemerintahan. jika pemerintah tidak mampu melindungi warga negaranya, maka para pemimpin, pemegang kebijakan yang beragama Islam berarti telah menghianati kitab sucinya sendiri.

4. Dua Milyar Rupiah bukan dana yang terlalu besar, tapi bukan juga dana yang sedikit. Delapan tahun pun bukan waktu yang lama, pun bukan waktu yang singkat. Saya lebih memilih jika dana sebesar itu dengan kurun waktu delapan dimanfaatkan untuk membangun pendidikan Islam terutama di daerah-daerah yang dianggap strategis atau memerlukan, misalnya di daerah yang diduga sebagai sarang teroris. Atau dana tersebut disalurkan sebagai beasiswa bagi pemuda-pemudi potensial ke jenjang pendidikan lebih tinggi. karena saya percaya, dengan pendidikan yang lebih baik dan tepat arah akan mampu berkontribusi memberi solusi terhadap tantangan kehidupan beragama di Indonesia khususnya, dan semoga di seluruh dunia. 

Monday, December 19, 2011

Nonton ASEAN PARA GAMES yuk!


Siapa yang ga tahu SEA GAMES? pasti pada tau lah ya., pesta olahraga di Asia Tenggara ini kan sudah kita pelajari sejak SD. Apalagi Indonesia baru saja menjadi tuan rumah, menyelenggarakan SEA GAMES di bulan November lalu di Jakarta dan Palembang. Iklan SEA GAMES dan dukungan untuk atlet-atlet Indonesia yang berlaga berseliweran hampir tiap saat di TV jadi mustinya tidak susah untuk tidak mengingat SEA GAMES ini, apalagi yang ngiklanin artis macam Ello dan Sherina, makin susah lah untuk tidak diingat, iya ga? hehe.

Oke pertanyaan selanjutnya, kalo ASEAN PARA GAMES ada yang tahu kah? hayoo ngaku... kalo aku diberi pertanyaan ini minggu yang lalu, pasti aku juga ga tahu. Jujur deh, hari sabtu kemarin untung banget nonton TVRI makanya jadi tentang ASEAN PARA GAMES ini! dan ASEAN PARA GAMES ini ternyata mengagumkan!!

ASEAN PARA GAMES tidak ubahnya seperti SEA GAMES yang sudah kita ketahui selama ini. Ini adalah pesta olahraga se Asia Tenggara yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali. Lalu bedanya apa dengan SEA GAMES? nah, di ASEAN PARA GAMES yang bertanding adalah atlet-atlet dengan kemampuan terbatas atau atlet difabel. Tapi jangan salah lho, meski dengan fisik yang tidak sempurna, kemampuan maupun semangat juangnya tidak kalah OK nya dengan atlet-atlet biasa. Makanya pertama kali melihat ini di TVRI aku langsung tercengang, sungguh kagum dengan semangat atlet-atlet difabel kita yang dahsyat!

ASEAN PARA GAMES tahun ini dilangsungkan di Kota Solo, Propvinsi Jawa Tengah dari tanggal 12-22 Desember dan disiarkan oleh stasiun TV Nasional kita, TVRI. Syukurnya aku masih ada TVRI, kalau tidak wahh,, tayangan-tayangan berharga dan bermanfaat seperti ASEAN PARA GAMES ini atau Pelangi Desa, tayangan favorit saat berakhir pekan di rumah, mungkin tidak akan ada., secara stasiun-stasiun TV lain sibuk dengan acara2 ga jelasnya.

ASEAN PARA GAMES akan berakhir besok, bertepatan dengan Hari IBU juga. Sayang sih acara sebagus ini tapi gaungnya sangat kurang dan kalah tenar dibanding SEA GAMES. Namun tidak mengapa, yang penting sekarang sudah tahu, iya kan? kalau sudah tahu, langsung nonton acaranya di TVRI lho ya dan beri dukungan untuk atlet-atlet difabel kita yang menakjubkan itu. :-)

Lebih jauh tentang ASEAN PARA GAMES ke VI, sila langsung berkunjung kesini ya http://paragames-2011.com/