Pages

Showing posts with label kucing. Show all posts
Showing posts with label kucing. Show all posts

Sunday, October 7, 2012

langit biru dan kucing cantik


sabtu ini tadinya aku mau ikut kegiatan Club Environment Campaign di kampus, tapi trus kepikiran tentang tugas membaca dari tiga mata kuliah yang kuambil semester pertama ini, dan kemudian merasa bersalah karena belum betul-betul mulai membaca bahan rujukan yang ada. setelah menimbang beberapa saat aku putuskan untuk tidak pergi. saat baru mulai lihat-lihat daftar bacaan dan memilih mana yang mau aku baca duluan, tiba-tiba matahari datang bersinar cerah ceria menggodaku untuk keluar. yah karena pada dasarnya aku tidak tahan godaan terlebih ini godaan matahari di negeri yang dingin, langsung deh ganti pakaian dengan seragam olahraga; celana training, baju kaos bola tim inggris yang dapat dari car boot tempo lalu, sepatu lari dan handphone lengkap dengan headsetnya untuk dengerin musik. udah lama juga nih ga olahraga, jadi menikmati sinar matahari yang tidak tersedia sepanjang tahun di Inggris dengan lari adalah pilihan aktivitas yang tepat.



baruuu juga lari 4 menit udah langsung badan minta berhenti, hahahahah.... ini nih akibat jarang olahraga, taunya makan, duduk dan tidur aja, makanya langsung ngos2an. tapi karena udah niat olahraga, tetap aja aku lanjut lari meski tiap 5 menit diselingi dengan jalan kaki. aku lari ga ada tujuan khusus, hanya mengikuti tanda foot and bicycle path yang ada di jalan, hingga akhirnya aku sampai ke taman yang cukup luas di daerah Sturry. karena malam sebelumnya hujan jadi tanah sedikit berair. aku memutuskan untuk menyudahi olahraga lariku  dan ganti dengan mengeksplorasi taman ini. baru nyadar deh langit di atasku warnanya biru biru sekali.   ah cantik! meski udaranya dingin tapi langitnya mengisyaratkan hari yang hangat. kalau di Indonesia sih udah pasti hangat, ga usah diragukan, tapi disini, meski matahari bersinar dan langitnya bersih membiru, tetap aja terasa dingin. 


sambil menatap sekeliling, aku membayangkan taman ini pasti ramai di musim semi kala bunga-bunga bermekaran dan udara jauh lebih hangat di musim panas. ada bagian taman yang isinya khusus bunga, di dominasi bunga mawar. ada juga tempat main bagi anak-anak. ahh jadi ga sabar menanti datangnya musim panas, tamannya pasti lebih hidup dibanding sekarang hanya ada aku disini. eits, ternyata aku tidak sendirian disini. tiba-tiba ada kucing yang berlari ke arahku! kucingnya cantik sekali, berwarna putih dan orens dan terlihat bersih serta sangat sehat. aku langsung semangat dan memanggil si kucing untuk mendekat. namun dia tidak bergerak, menyembunyikan sebagian badannya diantara rumput tinggi sambil kedua matanya mengawasiku. ah aku tahu pasti karena aku agresfi makanya dia takut. lantas aku jadi ingat sangat nginthil burung di Taman Nasional Baluran akhir tahun 2010 lalu. kuncinya adalah berusaha bergerak mendekati obyek dengan suara seminimal mungkin. supaya tidak berisik sama sekali, pada dasarnya aku ngesot sambil memanggil si kucing, puss..puss... dan berhasil setelah nunggu hampir 15 menit. si kucing mendekat dan menggosok-gosokkan badannya ke kaki dan punggungku.., whooaaa aku senang banget., rasanya seperti melayang di udara! dan selama 2-3 jam berikutnya aku lupa persisnya berapa lama, aku terus aja main dengan si kucing. dia suka mainin batang semak blackberry, jadi aku ambil batang blackberry juga dan dia langsung ngejar dan mengigit-gigit begitu dapat., si kucing juga sampe guling2an depanku dan aku bisa mengelus-ngelus badannya. di lehernya ada kalung yang berarti dia bukan kucing lair melainkan kucing peliharaan orang. keliatan juga sih dari badannya yang berisi dan bulunya yang bersih, ga mungkin banget klo kucing liar. yang kusesali aku ga punya snack atau treat untuk si kucing... kalau kuberi makanan, mungkin dia mau aku gendong., hehehe..

kucing kuci


ahhh hari yang bahagia bisa main dengan kucing, mengigatkanku pada si Fernando, kucing dodol dangdut dan manja. apa kabarmu kini? semoga sehat ya Nando. aku merindukanmu selalu. 

keesokan harinya sepulang dari kampus, aku mampir beli snack kucing.., yang akan kubawa selalu di tas dan jaket jadi kalau pas jalan dan ketemu kucing, bisa aku kasih deh :-) 


cemilan untuk kucing


Sunday, September 30, 2012

Dinner with Mba Tini dan keluarga

Selain mahasiswa, ada juga lho orang Indonesia yang sudah tinggal dan bekerja di kota Canterbury, Kent. Beliau adalah mba Katini. Mba Katini dan suaminya Chris dengan baik hati mengundang aku dan Greg makan malam di rumah mereka pada hari minggu terakhir di bulan September. Mba Tini dan Chris tinggal bersama orangtua Chris dan 3 mahasiswa Concorde International University. April, mahasiswa dari China dan seorang mahasiswa dari Korsel yang namanya aku lupa serta Tom, teman kerja Chris juga bergabung. Saat mba Tini menyiapkan makan malam, Chris mengajak aku, Greg, dan Tom ke taman kecil di belakang rumahnya sembari memperlihatkan foto-foto pernikahannya dengan mba Tini. Chris juga cerita bagaimana dia bertemu dengan mba Tini hingga mereka menikah dan mba Tini diboyong ke Inggris..., aahhhh so sweeeeet.... but, it required a lot of patience soalnya ngurus visa untuk mba Tini ga mudah dan perlu nunggu cukup lama, padahal Chris ini PNS di Inggris lho.

berfoto sebelum makan :-)

Lanjut ke makan malam, menunya adalah kari ayam yang dimasak oleh Chris, sayur brokoli oleh mba Tini, nasi putih, dan jagung rebus. Wooooww... sebenarnya bau masakan yang sungguh menerbitkan liur itu sudah menggoda sejak pertama kali masuk rumah, namun berhubung nasinya belum matang dan matahari pun  masih nangkring di langit ya sudah dengerin love storynya Chris dan mba Tini yang bikin mupeng... ahaha curcol. Aroma masakan sungguh menggoda tapi rasanya di lidah nendang banget! ga ada deh yang namanya malu-malu, main hajar semua, hahaha.

Shawna yang mirip Fernando

Pas sedang asik cerita dengan mba Tini, tralaaaa... seekor kucing black tabby tiba-tiba nongol di jendela. Sekejap aku langsung excited. Hwaa beneran ada kucing! pantas pernak-pernik di rumah ini banyak yang bertema kucing. Ternyata itu adalah kucing ibu mertuanya mba Tini, dan tidak hanya satu melainkan ada dua kucing di rumah ini. Haduuh, aku bahagia sekali bisa ngelus-ngelus kucing setelah bulan lalu aku menggendong Fernando. Langsung mupeng deh pengen tinggal di rumah ini juga biar tiap hari bisa main sama kucing. Di rumah yang aku tinggali ga boleh ada hewan peliharaan, lagipula melihara kucing atau anjing disini sepertinya lebih rumit. Dan kalau aku melihara kucing misalnya, ntar malah sibuk main dan ngurusin kucing bukannya belajar. Tapi hari ini seneng banget deh bisa meluk kucing shawna, mirip Fernando pula. Aku cinta kucing pokoknya! :-)

Thursday, June 24, 2010

Hachiko versi kucing?

lagi iseng browsing setelah 2 hari tidak bertemu internet memang membuat aku membabi-buta ngeklik sana-ngeklik sini. pasalnya bukan hanya karena 2 hari tanpa internet itu, tapi yang utama adalah karena ni lagi musim piala dunia dan kejuaraan bulutangkis indonesia open, coy! jadi harus mengejar ketertinggalan berita dari dua even olahraga tersebut karena selama di lapangan jangankan internet, sinyal gsm untuk telpon aja tidak terdeteksi sama sekali. saat browsing inilah nemu artikel yang membuat sedikit mengharu-biru dan mengingatkan aku pada film "Hachiko: A Dog's Story" yang dvdnya baruuu... aku tonton akhir minggu lalu. ini dia artikelnya:

Cari Majikan, Kucing Tempuh Ribuan Mil


Foto: orange.co.uk
GULISTAN - Seekor kucing melacak keberadaan pemiliknya setelah mereka pindah rumah sejauh 2 ribu mil.

Ravila Hairova 52 tahun berpikir bahwa kucing abu-abunya, Karim, tidak akan betah dengan kondisi rumah yang baru, sehingga dia menitipkan kucingnya kepada tetangganya.

Dia bahkan meninggalkan kursi favorit milik Karim, bantal serta mangkuk makanan. Di rumah lamanya yang terletak di Gulistan, Uzbekistan.

Tapi dua tahun kemudian dia menemukan kucingnya dengan basah kuyup dan bercampur lumpur, dengan kondisi yang lapar menunggunya di depan pintu rumahnya yang baru di Liska, Rusia, seperti dilansir orange.co.uk, Kamis (24/6/2010).

"Saya mendapatkan kabar setelah beberapa hari kami pindah dia menghilang, setelah itu pun kami tidak pernah mendengar kabarnya lagi," ujarnya.

"Ketika saya sedang berjalan-jalan dan ingin kembali ke rumah, saya melihat seekor kucing sedang menunggu. Ketika saya dekati ternyata itu adalah Karim, dengan kondisi tubuhnya yang kurus dan mengenaskan. Kini dia bahagia, begitu pula kami. Kami tidak tahu bagaimana caranya dia bisa menemukan kami, tapi sekarang saya bahagia," lanjutnya.

Suami Ravila, Lev Kondratyev 46 tahun mengatakan, Karim sudah menggunakan semua sembilan nyawanya untuk menemukan mereka.

"Kami sangat yakin dia adalah Karim karena kami melihat bekas luka di buntutnya, karena terjepit pintu waktu itu. Seratus persen kami yakin itu Karim, dan tampaknya dia pun mengenali kami," pungkasnya.



so, what do you think? amazing, gila, susah untuk dipercaya bahwa hewan peliharaan bisa segitu  setianya pada sang majikan. Karim, si kucing uzbekistan ini tidak jauh beda dengan Hachi yang terus menunggu kepulangan majikannya selama 10 tahun!! bagi aku pribadi yang baru tiga bulan belakangan ini memelihara seekor kucing, Sunset namanya, kisah tentang kesetiaan hewan peliharaan rasanya pas untuk kondisiku saat ini. meski aku tidak tahu dan juga tidak terlalu berharap bahwa Sunset nantinya akan seperti Karim atau Hachiko. aku sayang banget pada Sunsetku dan sepertinya dia makin ngerti kalau aku udah sampai addicted ke dia. beberapa minggu terakhir, sejak suatu sore yang mengecewakan, dia sering berbaring di atas badanku. meski setelah beberapa saat aku merasa pegal karena posisi berbaring yang sama, aku tidak keberatan karena rasanya dia mengerti bahwa aku sedang butuh dukungan. dan Sunset sepertinya punya cara tersendiri untuk mengungkapkannya. hmmm... i love you so much, Sunset! duuhhh... jadi pengen cepet2 pulang nih biar bisa ketemu my kuci kuci Sunset...

Thursday, June 17, 2010

introducing: sunset, the kuci kuci kitten

maaf untuk bahasa judul yang menyesatkan karena postingannya dibuat dalam bahasa indonesia, bukan bahasa inggris seperti judulnya., hehe

ini pertama kalinya aku menulis tentang sunset, anak kucing yang telah menemani aku di rumah cempedak sejak tiga bulan terakhir. anak kucing ini aku pelihara sejak umur 1 minggu. dan ini juga pertama kalinya aku punya peliharaan sejak iping, si ikan koi dan susi si kucing. aku tidak pernah ingat bagaimana nasih si susi berakhir. kucing kecil yang tidak pernah disukai oleh ayahku. "kucing tu banyak penyakitnya!!" kata ayah dengan sengit tiap kali melihat aku dan kakakku bermain dengan sang kucing kecil. sementara iping, mati sewaktu gempa bumi melanda jogja tahun 2006. aku sedang tidak di jogja, iping aku titipkan pada sahabatku. sayangnya waktu gempa pun dia sedang tidak di jogja sehingga iping dititipkan ke teman kosnya. karena gempa, wadah tempat iping jatuh dan pecah. teman kos si cacing (panggilan sayang utk sahabatku) sudah duluan kabur, panik, menyangka akan ada tsunami. begitu semua pada balik ke kos, iping ditemukan sudah mati. poor iping.....

setelah bertahun-tahun akhirnya aku punya hewan piaraan lagi. sebuah ketidaksengajaan. waktu aku dan timku dan seorang teman dari amerika sedang mengecek kamera intai di lapangan. di 1 malam kami numpang di pondok sepasang suami-istri petani karet. pak Am nama si bapak. sedang istrinya kami panggil ibu. di rumah itu ada kucing betina yang baru seminggu sebelumnya melahirkan empat anak kucing. masih kecil-kecil sekali.., imut banget deh. sayangnya si induk terlihat kurus dan sepertinya sering kabur ninggalin anaknya. mencari makanan mungkin. karena khawatir anak2 kucing itu pada mati karena kekurangan makanan, ibu meminta kami untuk memelihara 1-2 anak kucing. aku yang terpesona pada keimutan (bener gak sih kata "keimutan"?-asal kata: imut) langsung menyanggupi. 

aku tahu bakalan gak mudah untuk melihara anak kucing. palagi yang masih umur semingguan ini. waktu aku bawa ke pekanbaru, si kucing hanya mengeong terus. kadang gak tega juga dengernya. pengen dibalikin aja biar sama induknya, tapi kalau nanti mati gimana?

akhirnya setelah hampir 7 jam menempuh perjalanan, aku, si kucing dan temanku kayanna tiba di rumah kontrakanku. aku gak punya makanan buat kucing. dan gak mungkin nyari makanan kucing waktu itu karena kami tiba sekitar jam 1 tengah malam. si kucing kecil hanya kuminumkan susu vanilla kotak, pelan-pelan dengan menggunakan pipet. 

besoknya setelah mengantar kayanna ke bandara, aku bergegas pergi ke cat shop, membeli susu untuk si kucing. oh ya, karena waktu itu maish terlalu kecil untuk melihat apakah dia kucing jantan atau betina, dia untuk sementara aku panggil si kuci, singkatan dari kucing kecil. 

meski sudah kuberi minum susu yang sesuai untuknya, dia masih sering mengeong. sedih mendengarnya karena tahu dia pasti merasa asing dan rindu dengan ibu dan saudara-saudaranya. aku coba menenangkan dan berkata, "kuci, jangan takut. jangan khawatir. aku jagain kamu yah". si kuci pasti nggak ngerti, buktinya dia tetap aja mengeong mengiris hati., hehe... ya iyalah. mana ngerti sih omongan manusia?

sebenarnya aku sendiri gak yakin bisa memelihara kuci dengan baik, mengingat kerjaanku yang tidak melulu di kantor tapi juga di lapangan, belum lagi tugas untuk keluar kota. ahh., kasihan si kuci. tapi trus jadi ingat kalau ada eka, teman yang aku tahu pasti mau mbantu jagaian si kuci kalau aku sedang pergi. sipp., berarti aman. 

setelah seminggu memelihara si kuci, seorang temanku yang ahli perkucingan-segala jenis kucing (klo kucing garong aku gak tahu dia ahli juga apa tidak., hehe). kuperkenalkan kuci padanya. dia bertanya, "siapa namanya?" aku jawab kalau aku belum kasih nama karena belum tahu jantan atau betina. dia pun mengecek si kuci dan dengan yakin berkata, "ini sih betina, bro". (wah emang ahli kucing dia, skali ngecek bisa langsung tahu). untuk nama sih udah aku siapin. klo jantan kunamain 'Simba' dan klo betina kunamain 'Sunset'. dan karena si kuci ini betina, jadilah namanya Sunset. nama yang bagus kan? :p
so then i said to sunset, "welcome to my crappy little life :D"
p.s. crappy life means my imperfect life...