Pages

Showing posts with label Canterbury. Show all posts
Showing posts with label Canterbury. Show all posts

Sunday, December 22, 2013

Mengirim Barang dari Inggris ke Indonesia

Hampir setiap insan manusia entah sangat disadari atau sedikit disadari senantiasa mengumpulkan harta karun. Harta karun tidak musti berupa batu permata atau logam emas seperti di cerita-cerita bajak laut atau tin-tin, tapi barang apapun ya masuk saja. Misalnya nih anak sekolah harta karunnya tidak jauh dari buku, printnan makalah, lembar-lembar tugas dan sejenisnya, pasti sangat sayang jika harus disingkirkan masuk ke tempat sampah. Kecuali untuk lembar tugas yang nilainya jelek sih sudah hampir pasti selalu aku buang saja tanpa rasa sayang, hahah.

Selama setahun belajar di Inggris, harta karun yang aku kumpulkan ternyata cukup banyak. Maklum ya mumpung di sana yang namanya buku itu banyak ya kalap deh beli suka-suka aja. Dan karena banyak yang murah juga, tidak hanya beli buku yang menyangkut sekolah, tapi juga buku cerita, ensiklopedi untuk anak-anak yang akan ku teruskan ke sepupu-sepupu dan ponakan  yang masih kicil-kicil. Selain buku dan peralatan sekolah lainnya, peralatan hidup di Inggris juga buanyaknya. Baju-baju hangat, sepatu boots, selimut rajut dan semua yang lain-lain dan yang lucu yang berat rasanya untuk ditinggal. Sebagian barangku sudah aku berikan juga ke mahasiswa baru dan ke charity shops, tapi sisa yang pengen dibawa pulang juga masih banyak dan ga akan muat kalau dibawa di koper, secara jatah bagasi cuma 35 kg dari Qatar Airways. 

Nah, untungnya waktu datang ke acara 17an di rumah dinas Duta Besar Indonesia untuk Inggris Raya, ada mbak yang membagikan brosur jasa pengiriman barang dari Inggris ke Indonesia, namanya TRICO. Awal lihat daftar harga sih merasa kok mahal ya untuk ngirim barang satu box kecil. Saat itu memang belum kebayang besar box kecil yang dimaksud. Meski udah dikasih dimensinya di brosur tersebut, tetap saja aku yang dasarnya memang miskin imaginasi tetap tidak bisa membayangkan box itu besarnya segimana. Selain pertimbangan harga, pertimbangan lain yang penting juga adalah lama waktu pengiriman, keamanan barang, dan biaya ektra yang musti dikeluarkan nanti saat barangnya tiba di Indonesia. 

Karena melihat jika mengirim lebih banyak barang jatuhnya lebih murah, maka aku pun joinan dengan teman yang kebetulan rumahnya di Jakarta, jadi aku nebeng dia deh karena kalau kirim ke Makassar harganya 2x lipat. Jadilah kami memesan 6 box kecil. Begitu boxnya dianterin, terpanalah kami melihat ukurannya yang ternyata gede! untung kemarin ga pesan box besar, hahaha. Untuk satu box kecil ini maksimal beratnya adalah 30 Kg. Jadi waktu nyusun barang ya seperti main tetris deh, kata bokap Karina, kawan tandem ngirim barangku. 

Setelah semua box telah diisi, petugas dari Trico pun menjemput di rumah. Untuk 6 box kecil pengiriman dari Canterbury ke Jakarta biayanya 200 Poundsterling dengan lama pengiriman 1-2 bulan. Waktu itu barangnya dijemput tanggal 19 September 2013. Sempat nanya juga ke Trico apakah kami perlu melampirkan surat keterangan selesai sekolah dan kembali ke tanah air dari Kedutaan supaya nanti pas di bagian cukai tidak kena biaya impor barang? tapi kata mbak dari Trico ga usah, nanti barangnya jika sudah tiba di Jakarta akan langsung di antar ke alamat. Sebenarnya kalau pun harus melampirkan surat keterangan itu, ngirimnya bisa molor karena kebetulan pasporku saat ini sedang di VFS untuk proses pengurusan visa schengen, sedangkan Karina saat dia ke London untuk terakhir kali sebelum balik, malah ga bawa paspor jadi ga bisa ngurus juga surat seperti itu. 

Sekembalinya di tanah air dan berleha-leha di rumah, aku sempat lupa bahwa aku punya barang yang sedang dalam perjalanan, untung selalu diingetin sama Karina jadi kami bergantian deh nanya perkembangan kiriman barang kami. Si mbak Trico yang di Jakarta sempat bikin panik karena kata nomor invoice barang kami tidak tercatat di pembukuan kantor Trico Jakarta.., hahhhh?? waah itu beneran bikin susah tidur, untung nafsu makan tidak terpengaruh drop. Ternyata setelah kami cek ke kantor yang di London, invoicenya belum masuk karena kapal yang bawa barangnya belum tiba, hahaha. 

Minggu kedua di bulan Desember 2013, akhirnya kiriman barang yang kami nantikan tiba juga. Dan kerennya tidak ada biaya tambahan apapun! Box-box kami juga tidak ada yang dibuka, masih dalam kondisi OK semua. Padahal sebelumnya udah denger cerita-cerita ga enak tentang ngirim barang dari teman-teman yang lain. 

Jadii, saat membuka ketiga box coklat besar itu rasanya seperti menemukan harta karun! Aaah senangnya! Terima kasih Trico! :D


Meski agak lama musti menanti, kami berdua puas banget deh dengan Trico ini. Dan karena itulah tulisan ini dibuat, salah satunya untuk bantu mempromosikan Trico yang pelayanannya memuaskan. Alasan lainnya ya sekedar berbagai pengalaman aja sih, siapa tahu ada mahasiswa atau siapapun yang rencana kirim barang juga ke Indonesia :-)

Untuk menghubungi Trico silakan berkunjung ke web mereka di http://www.tricofreight.co.uk/home.html

Friday, November 2, 2012

Idul Adha

pernah dengar ungkapan, "kalau sedang tidak di negeri sendiri, kemampuan masak malah meningkat"? entah darimana dan dari siapa ungkapan ini saya dengar, tapi rasanya saya pun mengalaminya..iyes.
jadi, ceritanya kan hari raya Idul Adha nih dan salah satu hal yang identik dengan hari raya ini adalah masakan serba kambing. saya dengan pedenya mengundang saudara-saudara setanah air yang sama2 sedang studi di kota Canterbury untuk ngumpul dan makan bersama. teman-teman saya pancing dengan menu semur kambing. pede banget, padahal seumur hidup belum pernah sekalipun saya masak semur kambing, jadi mereka akan menjadi kelinci-kelinci percobaan saya, hahaha. 

karena suasana hari raya disini sangat berbeda dengan di Indonesia, jadi saya bertekad menghadirkan suasana kampung halaman dalam bentuk makanan, agar rindu sedikit terobati., cuilleee. sehingga tidak hanya semur kambing yang saya masak, tapi juga kari ayam dan lontong nasi, yang sama-sama belum pernah saya masak sebelumnya. 

kiri: kari ayam, lontong, bihun goreng, mi goreng - kanan: semur kambingnya baru nongol

bekal saya cuma satu satu, yaitu internet. jadilah beberapa hari sebelum hari raya, saya mulai berpetualang mencari resep cara memasak ketiga makanan di atas. dengan internet, hidup memang terasa lebih mudah. ada banyak sekali halaman yang memuat tentang resep masakan Indonesia jadi tinggal pilih mana yang kira2 sesuai dengan yang diinginkan. kalau saya sih sudah pasti nyari yang paling mudah diikuti dan bahan-bahannya tersedia disini. untuk lontong, resepnya saya ambi dari sini, sedangkan resep kari ayam bisa lihat yang ini, dan resep semur kambing nyontoh ke sini.

lontong nasinya saya siapkan pagi hari sebelum berangkat ke kampus. kelar kuliah jam 5 sore, saya pun langsung ngebut pulang dengan si Caty, sepeda warisan dari mas Lukman. abis itu baru deh mulai masak kari ayam. tidak ada kendala yang berarti saat memasak lontong dan kari ayam, dua-duanya lancar jaya. sedangkan semur kambingnya saya masak terakhir karena ternyata saya kehabisan bawang putih dan cabe besar. daan setelah semuanya siap, meski terlihat authentic, ada satu bumbu yang tidak masuk di kari ayam, yaitu kemiri., hwaa disini ga ada sih. tapi, yang penting kan rasa, hehe. 

kiri: karina, greg, adi, kevin - kanan: mas chandra, mba tini, chris (suami mba tini), hana

alhamdulillah akhirnya meski jauh dari rumah, masakan khas hari raya dapat dinikmati. ga jadi homesick deh, hehe. 
dan saya pun bahagia karena meski baru pertama, masakannya sukses semua., horeee... ini yang kata orang 'keberuntungan pemula', yes! 

oh ya, terima kasih pada mbak dan mas yang telah dengan baik hati berbagi resep masakan. tetaplah berbagi :-) 

Saturday, October 13, 2012

Canterbury Festival


Canterbury, meski kotanya kecil dan kalah tenar dibanding kota Liverpool atau Manchester, selalu ada hal menarik yang ikut meramaikan kota berpenduduk lebih dari 43 ribu jiwa ini, satu diantaranya adalah festival tahunan yang bernama Canterbury Festival. Festival seni dan budaya ini merupakan yang satu event yang cukup penting dan besar di seluruh region Southeast England. Festivalnya sendiri berlangsung selama 2 minggu di bulan Oktober dan berisi beragam pertunjukan mulai dari musik, drama dan banyak lagi. Timingnya emang pas banget nih di awal semesteran, seakan menyambut mahasiswa-mahasiswa baru yang numpang belajar di kota ini. 


Tiap tahun penyelenggara Canterbury Festival berganti. Kalau tahun ini penyelenggaranya adalah CCCU alias Canterbury Christ Church University, maka tahun depan penyelenggaranya adalah...emm belum tahu, heheh. Teman rumahku, Verena, dari Jerman yang kuliah di CCCU termasuk panitia kegiatan ini. Maka diantara kuliah dan tugas yang menumpuk, dia musti meluangkan waktu untuk menjalani tugasnya. Wah jadi ingat masa kuliah dulu., eh sekarang juga lagi kuliah ding :p, maksudnya waktu kuliah di Jogja, dan dengan kesibukan yang seabrek campuran antara kuliah, berorganisasi dan panitia sana-sini. 


diantara bapak 3 ini ada yg mirip uncle Vernon dr HarryPotter

Anyway, beberapa acara di festival ini gratis, termasuk parade pembukaan pada sabtu 13 Oktober. Jadilah saya bersama beberapa teman Indonesia ngumpul di depan katedral menyaksikan paradenya. seru!! dan cuaca juga mendukung karena sinar matahari meski agak malu-malu awalnya, mulai berani untuk tampil penuh ketika rangkaian parade melewati katedral. ahh jangan2 mataharinya pengen ikutan nonton juga nih, hehe. 


Setelah paradenya lewat dan kebetulan kami ada depan pintu masuk kathedral, kami pun lanjut main ke kathedral. kebetulan juga beberapa orang termasuk saya sendiri belum pernah masuk kathedral ini. oh ya, kathedral ini adalah landmark atau ciri kota Canterbury dan bagi pelajar, untuk masuk kathedral cukup menunjukkan kartu pelajar saja tidak perlu bayar., kewren.

Canterbury Cathedral yang megah

Sekilas tentang kathedral Canterbury ini, cerita yang saya dengar dari mas Lukman, orang Indonesia yang baru saja menyelesaikan kuliahnya di Uni of Kent, pendeta dari kathedral ini yang bertindak sebagai pendeta pernikahan Pangeran William dan Kate Middleton. Kalau lihat dari sejarah kathedralnya sih ga heran ya, soalnya kathedral ini disebut sebagai Mother Church of the Anglican Communion and Seat of Archbishop of Canterbury. selain itu, kathedral ini ternyata salah satu situs warisan dunia. Selain sebagai tempat beribadah, kathedral ini juga sebagai tempat wisata jadi selalu ramai dikunjungi. sebenarnya kathedral ini multi fungsi sih, soalnya jadi tempat untuk wisuda mahasiswa Uni of Kent. maaf ya saya lagi kurang mood untuk nulis lebih banyak tentang kathedral, pengen sih, tapi belum nemu nih mood yang pas. oleh karena itu, bagi yang berminat mencari tahu tentang kathedral Canterbury ini sila tanya ke mbah google atau kesini aja. :-)



Mobil pengantinnya lucu ya

Kami tidak lama tinggal di kathedral., sebenarnya cuma numpang foto aja di halaman abis tu langsung cabut karena rasa lapar telah melanda dan musti cepat2 nyari tempat makan karena setiap akhir minggu pusat kota selalu saja ramai.

Hana, Greg, Adi & Kevin



Sunday, October 7, 2012

langit biru dan kucing cantik


sabtu ini tadinya aku mau ikut kegiatan Club Environment Campaign di kampus, tapi trus kepikiran tentang tugas membaca dari tiga mata kuliah yang kuambil semester pertama ini, dan kemudian merasa bersalah karena belum betul-betul mulai membaca bahan rujukan yang ada. setelah menimbang beberapa saat aku putuskan untuk tidak pergi. saat baru mulai lihat-lihat daftar bacaan dan memilih mana yang mau aku baca duluan, tiba-tiba matahari datang bersinar cerah ceria menggodaku untuk keluar. yah karena pada dasarnya aku tidak tahan godaan terlebih ini godaan matahari di negeri yang dingin, langsung deh ganti pakaian dengan seragam olahraga; celana training, baju kaos bola tim inggris yang dapat dari car boot tempo lalu, sepatu lari dan handphone lengkap dengan headsetnya untuk dengerin musik. udah lama juga nih ga olahraga, jadi menikmati sinar matahari yang tidak tersedia sepanjang tahun di Inggris dengan lari adalah pilihan aktivitas yang tepat.



baruuu juga lari 4 menit udah langsung badan minta berhenti, hahahahah.... ini nih akibat jarang olahraga, taunya makan, duduk dan tidur aja, makanya langsung ngos2an. tapi karena udah niat olahraga, tetap aja aku lanjut lari meski tiap 5 menit diselingi dengan jalan kaki. aku lari ga ada tujuan khusus, hanya mengikuti tanda foot and bicycle path yang ada di jalan, hingga akhirnya aku sampai ke taman yang cukup luas di daerah Sturry. karena malam sebelumnya hujan jadi tanah sedikit berair. aku memutuskan untuk menyudahi olahraga lariku  dan ganti dengan mengeksplorasi taman ini. baru nyadar deh langit di atasku warnanya biru biru sekali.   ah cantik! meski udaranya dingin tapi langitnya mengisyaratkan hari yang hangat. kalau di Indonesia sih udah pasti hangat, ga usah diragukan, tapi disini, meski matahari bersinar dan langitnya bersih membiru, tetap aja terasa dingin. 


sambil menatap sekeliling, aku membayangkan taman ini pasti ramai di musim semi kala bunga-bunga bermekaran dan udara jauh lebih hangat di musim panas. ada bagian taman yang isinya khusus bunga, di dominasi bunga mawar. ada juga tempat main bagi anak-anak. ahh jadi ga sabar menanti datangnya musim panas, tamannya pasti lebih hidup dibanding sekarang hanya ada aku disini. eits, ternyata aku tidak sendirian disini. tiba-tiba ada kucing yang berlari ke arahku! kucingnya cantik sekali, berwarna putih dan orens dan terlihat bersih serta sangat sehat. aku langsung semangat dan memanggil si kucing untuk mendekat. namun dia tidak bergerak, menyembunyikan sebagian badannya diantara rumput tinggi sambil kedua matanya mengawasiku. ah aku tahu pasti karena aku agresfi makanya dia takut. lantas aku jadi ingat sangat nginthil burung di Taman Nasional Baluran akhir tahun 2010 lalu. kuncinya adalah berusaha bergerak mendekati obyek dengan suara seminimal mungkin. supaya tidak berisik sama sekali, pada dasarnya aku ngesot sambil memanggil si kucing, puss..puss... dan berhasil setelah nunggu hampir 15 menit. si kucing mendekat dan menggosok-gosokkan badannya ke kaki dan punggungku.., whooaaa aku senang banget., rasanya seperti melayang di udara! dan selama 2-3 jam berikutnya aku lupa persisnya berapa lama, aku terus aja main dengan si kucing. dia suka mainin batang semak blackberry, jadi aku ambil batang blackberry juga dan dia langsung ngejar dan mengigit-gigit begitu dapat., si kucing juga sampe guling2an depanku dan aku bisa mengelus-ngelus badannya. di lehernya ada kalung yang berarti dia bukan kucing lair melainkan kucing peliharaan orang. keliatan juga sih dari badannya yang berisi dan bulunya yang bersih, ga mungkin banget klo kucing liar. yang kusesali aku ga punya snack atau treat untuk si kucing... kalau kuberi makanan, mungkin dia mau aku gendong., hehehe..

kucing kuci


ahhh hari yang bahagia bisa main dengan kucing, mengigatkanku pada si Fernando, kucing dodol dangdut dan manja. apa kabarmu kini? semoga sehat ya Nando. aku merindukanmu selalu. 

keesokan harinya sepulang dari kampus, aku mampir beli snack kucing.., yang akan kubawa selalu di tas dan jaket jadi kalau pas jalan dan ketemu kucing, bisa aku kasih deh :-) 


cemilan untuk kucing


Tuesday, October 2, 2012

Rumah Madu & Sepeda Warisan

penasaran ga sih aku tinggal dimana, tempatnya gimana dll? hahah lagaknya macam artis aja. tapi meski bukan artis, tetap aku akan berbagi cerita =D

sarang kecilku

jadi, setahun ke depan aku tinggal di rumah milik seorang dosen fakultas bisnis di Kent Uni. alamat rumahnya 17 Honeywood Close Canterbury CT1 1XF, Kent, United Kingdom. kalau nyari di Google Earth pasti ketemu deh. karena terletak di jalan Honeywood, maka rumah ini kunamakan Rumah Madu :-)  rumah ini punya 4 kamar tidur; tiga di atas dan satu di bawah. kamarku di atas dan berukuran paling kecil.. semua bagian dalam rumah kecuali dapur, dilapisi karpet. karpetnya baru diganti jadi masih terasa sangat empuk dan hangat. ini adalah internasional house karena kebetulan keempat orang yang tinggal di rumah ini berasal dari negara yang berbeda; aku dari Indonesia, Grace dari Inggris, Verena dari Jerman dan Dominic dari Italia. Diantara keempat ini, tiga orang mahasiswa; satu mahasiswa tingkat S2 yaitu aku di Uni Kent dan dua mahasiswa tingkat S1 yaitu Grace dan Verena di Canterbury Christchurch University dan sisanya adalah Dominico yang kerja di restoran Italia di pusat kota. kalau disini tinggal serumah campur perempuan laki sih udah lazim. sebenarnya di Indonesia juga bukan hal baru sih, kost-kostan campur udah banyak, terutama di Jakarta.

njemur di halaman belakang

rumah madu tidak terlalu besar tapi cukup untuk hidup yang nyaman. wc ada dua, kamar mandinya ada satu yang gabung dengan wc di atas. ada dapur yang lega lengkap dengan peralatan makan minum dan masak, ada kulkas yang gede, ada ruang makan, dan ada halaman belakang kira2 ukurannya 10x15 meter, cukup lah bwat acara bakar2 jagung atau ayam di kala musim panas ;-) selain itu ada gudang tempat aku nyimpan sepeda. disini kalau nyepeda ongkosnya agak mahal, mana ga ada bengkel seperti di Jogja.., duh aku rindu pada bengkel sepeda langgananku yang depan McD...
ongkosnya mahal karena musti ada lampu depan belakang trus kalau bisa kita pakai very visible clothes., itu lho rompi macam yang dipakai pekerja di pabrik warna hijau atau oranye mentereng. trus musti ada kunci juga., jadi kalau pergi kemana gitu bisa diamankan di tempat sepeda atau di tiang, tiang apa aja yang tersedia. nah, karena sepeda ini ga ada keranjang, mau aku pasangi keranjang., ehh jebule mahal banget, soalnya ga bisa dipasang di depan, musti di belakang, sementara kalo di belakang musti dipasangi boncengan dulu. boncengannya aja mahal, ga ada yang di bawah 10 Pounds, belum lagi keranjangnya..,dan belum lagi biaya masangnya ya terpaksa klo ngepit tasnya diangkut di bahu meski berat...beli keranjangnya nanti2 aja. sepedanya warisan dari mas Lukman, yang juga dapat warisan dari mahasiswa Indonesia sebelumnya. si sepeda belum aku kasih nama.., belum nemu yang pas, mungkin karena tidak setiap hari aku pakai jadi hubungan kami belum dekat., sehingga belum tercipta chemistry, ahahahaha..

pesan dari petugas pengangkut sampah

baik, kembali ke Rumah Madu. rumah ini tidak dilengkapi telepon rumah. tapi ya di zaman handphone ada di setiap genggaman tangan manusia, telpon rumah udah ga banyak dimiliki deh. gantinya internet dong yang aktif 24/7 sepanjang hari sepanjang tahun dan kami masing2 bayar iuran 5 Pounds tiap bulan. yup, internet memang murah disini dan kenceng! bulan pertama disini aku langsung download The Simpsons!., (upss ketaun deh malah nonton Homer dkk bukannya belajar =P). seperti rumah di belahan bumi utara pada umumnya, rumah ini dilengkapi dengan heater atau penghangat di kala suhu sudah dingin. setiap kali keluar rumah musti ingat untuk bawa kunci soalnya begitu pintu rumah ditutup dari luar maka otomatis terkunci. ga sama seperti di Indonesia yang bisa pinjam obeng di tetangga bwat nyongkel lubang kunci, disini klo terkunci gitu musti dikerjakan sama tukang khusus dan ongkosnya aje gile... ada temannya temanku yang pernah terkunci dari luar dan harus buka paksa pintu setelah itu bayar 180 Pounds atau hampir 3 juta rupiah! edyaaan. jadi, jangan sampai lupa bawa kunci rumah dan handphone. kalau kebetulan terkunci, bisa telpon teman rumah atau yang punya rumah supaya dibukain pintu. 

dua surat pertama

disini rumah-rumah semuanya pintunya tertutup, ga sama macam di Indonesia yang masih membuka pintunya depan ataupun samping/belakang jadi bisa menyapa tetangga yang lewat atau sekedar berbagi berita. jadi satu sama lain pasti saling kenal. disini? udah sebulan juga belum pernah tuh aku ngeliat tetanggaku siapa aja. masing-masing asik dengan dunianya sendiri. aku jadi kangen rumah, kangen denger suara ibu-ibu yang asik cerita sambil belanja di gerobak sayur-mayur..


Sunday, September 30, 2012

Trip to Leeds Castle

Leeds Castle in grey

Ada yang bilang 'cara terbaik menghabiskan waktu di akhir minggu adalah dengan jalan-jalan ke tempat yang indah dan gratis' yesss, sudah pasti aku setuju 100% hihihi. Bagian dari welcome package Universitas Kent untuk mahasiswa internasional selain welcome meeting dan welcome dinner adalah saturday trip to Leeds Castle. Inggris memang terkenal dengan kastilnya, namanya aja United Kingdom, pastinya banyak dong bangunan indah, megah dan gueede tempat tinggal para bangsawan. Leeds Castle adalah satu diantaranya. Jaraknya hanya satu jam naik mobil dari kota Canterbury, jadi sayang banget lah kalau sedang di Kent atau seputaran London tapi tidak mengunjungi kastil ini, terlebih Leeds Castle ini katanya dijuluki "The Loveliest Castle in the World". Benarkah begitu? mari kita tengok bersama.

Walau ngantri tetap gaya ya - Kamar mandi ratu

Ok, namanya memang Leeds Castle, tapi kastil ini adanya di County of Kent, bukan di kota Leeds yang terkenal dengan klub bolanya ya. Kastil ini tepatnya berada di Maidstone, Kent ME17 1 PL atau kalau dari kota Canterbury berjarak satu jam berjalan dengan mobil atau bus. Kastil ini pertama kali di bangun tahun 1276 dan selama beberapa abad menjadi salah satu kediaman bagi keluarga kerajaan Inggris sebelum kemudian dijual ke umum dan menjadi milik pribadi Lady Baillie. Waah Lady Baillie pasti kaya kaya sangat hingga mampu membeli kastil segede ini. Tidak cukup dengan kastil megah dan halaman yang super luas, Lady Baillie memperkerjakan setidaknya dua ahli design seni interior untuk mempercantik Leeds Castle. Menjelang akhir hidupnya, Lady Baillie menyerahkan kastilnya untuk dikelola oleh Leeds Castle Foundation agar dapat dinikmati oleh khalayak umum.

Begitu hujan reda langsung mejeng ;p



Bunga mawar dan para bebek di taman


Yang menarik dari kastil ini menurutku adalah fakta kastil ini pernah menjadi tempat menginap King Henry VIII dan istri pertamanya Lady Catherine of Aragorn, yang lantas mengingatkanku pada salah satu film favoritku yaitu The Other Boleyn Girl. Despite the average rating dan komentar bahwa film ini mengandung informasi sejarah yang kurang akurat, aku tetap suka plot certanya yang intense on familiy ambition and intrigues, ditambah aktor dan aktris yang cakep-cakep :-)

Awetan "The Bird of Paradise"

Hal lain yang menarik adalah satwa khususnya burung banyak sekali menjadi bagian dari dekorasi interior kastil. Bahkan ada satu kamar tidur yang disetiap sudut dindingnya ada patung barung. Aku juga menemukan awetan burung Cendrawasih di salah satu dinding kastil., hmm burung Cendrawasih itu pasti dapatnya dari Papua...

Kalung-kalung anjing bangsawan

Sayangnya hujan di hari itu tidak pernah berhenti mengguyur, walhasil jalan-jalannya tidak puas karena mau foto2 warnanya gelap, mau jalan-jalan di taman dinginnya minta ampun, ya sudahlah pasrah di dalam kastil, abis tu ke kantin dan mampir bentar ke museum kalung anjing. Ajib memang, kalung anjing aja dibuatin museumnya.



Saturday, September 29, 2012

19 September: bertemu dosen pembimbing

Agenda hari ini adalah bertemu dosen pembimbing jurusan atau programme convenor. Ada 8 orang mahasiswa, termasuk aku, yang mengambil jurusan Conservation and Rural Development. uniknya, ke-8 orang ini berasal dari negara yang berbeda-beda; Macksod dari Bangladesh, Chuvika dari Guyana, Trishant dari India, Cristina dari Columbia,  Kate dari Ireland, dari Indonesia aku sendiri, dan ada dua orang lagi tapi sampai sekarang orangnya belum datang ke Kent. kalau dosen pembimbingnya sendiri orang Inggris, namanya Dr. Helen Newing.

Disini, asal udah kenal, manggil dosen ga perlu pake pak/bu atau Dr/Prof, cukup panggil nama depan. kecuali kalau kita lagi nyari dosen yang bersangkutan dan nanya ke orang, biasanya gelar kita sebut sebelum namanya, misalnya Dr. Helen Newing atau Prof. Stuart. tapi kalau tetap mau sopan ya panggil aja semua dosen dengan gelarnya. 

ketemu dengan dosen pembimbing ngobrol apa aja? tidak terbatas, apa aja yg kita tanyakan. tapi umumnya sih kita ditanya tentang ketertarikan di bidang atau isu apa, pengalaman kerja sebelumnya, dan kira2 proyek utk disertasi nantinya apa? kalau belum ada tahu mau ngapain ya bilang aja belum tahu. tenang, ga bakal dihukum kok kalau ga tahu, heheh. kemudian dosen akan ngejelasin gambaran umum dari jurusan kita termasuk mata kuliah yang wajib, direkomendasikan dan pilihan. untuk mata kuliah pilihan, kita boleh ngambil dari jurusan lain bahkan dari fakultas lain. misalnya, aku kan di fakultas anthropology and conservation, nah bisa ngambil mata kuliah di jurusan anthropology, atau bisa juga ngambil mata kuliah di fakultas hukum atau fakultas bisnis, selama kita memenuhi prasyarat mata kuliah yg bersangkutan dan jadwalnya tidak bentrok dengan mata kuliah wajib. 

beberapa buku bacaan untuk mata kuliah social perspective dan metode riset sosial


selesai ngobrol tentang mata kuliah, baru deh diliatin beberapa buku yang wajib kita baca. yah, sekolah, apalagi level pascasarjana, tuntutan membaca meningkat drastis. disini ga ada yang namanya buku inti atau handout dari dosen, seperti waktu kuliah S1 dulu, jadi musti cepat2 dapat daftar bacaan dan segera ngacir ke perpustakaan buat minjam sebelum keduluan orang lain.

baru ngeliat daftar bacaan untuk satu mata kuliah udah sukses bikin aku pusing, hahahaha. ya sudah setelah itu langsung pulang aja ke rumah, menikmati pemandangan kota Canterbury di sore yang cerah dari balik jendela bus tingkat dua. begitu nyampe rumah, ketemu makanan, daftar bacaan yang panjang itu langsung lupa dan pusing yang tadinya melanda trus hilang =P

area westgate tower - my late lunch



Friday, September 28, 2012

18 September: Welcome Meeting & Basecamp

Hari berikutnya, yaitu hari selasa, induction khusus untuk semua mahasiswa internasional dimulai dengan welcome meeting. pesertanya gabungan semua level studi, undergraduate, PGDip, master dan PhD. woww...banyak banyak banget mahasiswa yang belajar disini, dan ini baru dari luar Inggris. di kampus Canterbury aja berdasarkan data tahun 2011 ada hampir 16ribu mahasiswa, tepatnya 15,885. jumlah ini belum termasuk mahasiswa yang berada di kampus Medway, di Brussel maupun di Paris. lho kok ada di Brussel dan Paris segala? aha belum tahu pasti kalau University of Kent memang punya dua kampus di luar Inggris, makanya univ ini jargonnya The UK's European University. 

Kembali ke welcome meeting, emang isinya apaan ya? welcome meeting ini yang jelas adalah ucapan selamat datang kepada semua mahasiswa internasional di uni of kent, di Inggris bersuhu dingin, berlaku terutama bagi mahasiswa dari negara tropis dan pemaparan tentang kehidupan di Kent atau di kota Canterbury secara umum. salah satu contoh yang diberikan adalah etika saat memesan makanan atau minuman. setiap kali memesan sesuatu, jangan lupa untuk mengakhirinya dengan kata "please". misalnya, "can I have a glass of orange juice, please?" trus setelah pesanan kita diberikan, musti langsung bayar, jadi ga ada istilah bayar di belakang klo dah mo pulang. tapi kalau makan di restoran mungkin bayarnya tetap di akhir kali ya.

ga nyangka si moe dari the simpsons nyampe Kent juga :p

Selesai welcome meeting, aku pulang bersama haqi dan greg. oh ya, pada nanya ga sih kok jalannya sama anak2 Indonesia aja? ya mumpung kuliah belum mulai jd masih blum sibuk sendiri2, trus beberapa hal juga seperti buka rekening bank enakan kalo bareng dan hey jumlah mahasiswa Indonesia disini tuh termasuk dikit dibanding di kota lain di Inggris seperti Manchester, Edinburgh dan London. kalo di Canterbury paling banyak tuh kayaknya sekitar 12-15 orang, masih kalah sama negeri tetangga, Malaysia, apalagi sama China., duuh jauh, mereka ada dimana-mana disetiap arah mata memandang. 

Greg dan haqi tinggal di akomodasi kampus, sedangkan aku di luar kampus. kenapa memilih di luar kampus? emm... kalo tinggal di kampus tuh rasanya gimana ya.., dunia rasanya di seputar kampus aja. lagipula akomodasi kampus agak lebih mahal dibanding di luar kampus. aku beruntung banget dapat kos di daerah yang strategis, hanya 10 menit jalan kaki ke pusat kota Canterbury dan 30 menit kalo mau jalan kaki ke kampus. terima kasih terutama kepada mas Lukman yang sebagai penghuni sebelumnya mengabari tentang rumah ini dan merekomendasikan aku ke pemilik rumah jadi beberapa bulan sebelum berangkat aku udah dapat tempat tinggal jadi ga rempong lagi. kalo kata bart simpson nih, "no fuss no muss" :-) 

oh ya, tahu mas lukman itu dari grup mahasiswa Indonesia di Canterbury di facebook. nemu rumah ini panjang juga jalannya. awalnya aku masuk ke forum yang ada di web PPI United Kingdom http://ppiuk.org/ setelah mendaftar, lalu aku kirim pesan, nanya info tentang mahasiswa di Canterbury. website ini sepertinya hanya aktif untuk kirim berita, sedangkan forumnya sendiri dalam kondisi mati suri., pertanyaanku ga ada yang jawab., huaaa *mewek. di websitenya dikasih link facebook untuk ppi canterbury, tapi ketika diklik malah ke grup ppi canterbury di New Zealand! nah di website juga ada link 'Pesan Abang', yaitu web tulisan-tulisan mahasiswa Indonesia yang belajar di Inggris Raya. jadi aku klik link itu. dari blog Pesan Abang, ada link twitter PPIUK, jadi aku klik link twitter itu dan kemudian mengikuti akun twitter ppiuk. di twitter itulah aku tanya grup fb ppi canterbury. tapi waktu itu dikasihnya hanya grup fb untuk ppiuk. ya udah aku cek ke sana. yaah ternyata itu page ppiuk doang, bukan grup. nanya lagi dong alamat fb grupnya. setelah itu baru deh aku daftar masuk grup itu. setelah diterima, lalu dari ribuan anggota grup, aku cari deh anggota yang di profilnya ada tulisan Canterbury atau University of Kent. ternyata....mata sampai sepet mantengin monitor laptop! jarang banget ada mahasiswa yang di Canterbury atau di Kent dibandingkan dengan universitas2 lain di Inggris. jari telunjuk juga sampai pegel bwat klik 'next page'. tapi kalau kita berusaha pasti ada hasilnya, cieee.. waktu itu aku dapat 4 orang: Hanna, Stephanus, Agoes dan Gianeddo. Keempat2nya aku kirimin pesan, dan 2 orang ternyata udah ga di Canterbury. dari bli Agoes aku dikenalin ke mas Lukman sebelum akhirnya aku resmi gabung di grup PPI Canterbury. fiuhh... *lap keringat di jidat.

basecamp 17 Honeywood Close - haqi dan greg belajar make mesin cuci

Haqi dan greg ikut pulang sama aku karena greg mo numpang nyuci di rumah. mumpung belum ada penghuni lain selain aku dan mas Lukman. mas Lukman sendiri bakalan cao kembali ke tanah akhir hari sabtu tanggal 22 september. sama Greg dan haqi rumah ini didaulat menjadi basecamp mahasiswa Indonesia; tempat ngumpul, tempat makan, tempat ngobrol. alamat rumahnya 17 Honeywood Close, Canterbury CT1 1XF Kent, United Kingdom. kalau ada yg kebetulan sedang di Canterbury, silakan mampir ya :-)


Wednesday, September 26, 2012

17 September: Induction, Natwest, Templeman

senin pertama di Canterbury, yeiiii. tapi belum mulai kuliah, yeiiiii lagi! hihi. selama seminggu ke depan adalah masa orientasi. kalau disini namanya Induction, kalau di Indonesia ya Ospek. masing-masing fakultas dan program studi punya jadwal orientasi masing2. Induction ini mencakup ketemu dosen pembimbing atau koordinator program studi, pengenalan perpustakaan, penggunaan moodle dan student data system atau student portal, daftar medical center, buka rekening bank, daftar sport center (kalau bermintat), trus ada pameran klub2 olahraga dan komunitas. khusus untuk mahasiswa internasional alias semua yang bukan dari Inggris, ada beberapa sesi khusus untuk mahasiswa internasional seperti welcome meeting, welcome dinner, morning coffee atau high tea daaan di akhir minggu ada kunjungan ke Leeds Castle, yuhuuu. mungkin karena mahasiswa internasional bayarnya lebih mahal dibanding mahasiswa lokal makanya ada event2 khusus ;-)

hari ini tidak ada agenda dari kampus namun aku, greg dan dua mahasiswa Indonesia lainnya haqi dan adi tetap ngampus untuk membuka rekening di bank lokal yang namanya NatWest, kependekan dari National Westminster. sama seperti bank Mandiri di UGM,  Natwest ini juga punya kantor kas di dalam kampus. Tapi antrinya...........    ular naga panjangnya bukan kepalang. tahun ajaran baru sih jadi mahasiswa yang baru datang pada daftar buka rekening deh. sebenarnya ada satu bank lagi yang persis ada di sebelah Natwest, namanya Santander, kayaknya sih sponsornya tim Mclaren F1 soalnya ada gambar Jenson Button disitu. Tapi itu bank kagak ada peminatnya meski sudah ada dua mbak2 cantik yang standby di depan, kenapa ya?. selidik punya selidik ternyata Santander ini ada admin fee-nya., ya sama deh dengan mayoritas bank di tanah air. sedangkan NatWest kagak ada admin fee sama sekali, ya tentu menang lah. mahasiswa kan selalu nyari yang ga pake bayar =D.

pamer laptop perpus

karena malas ngantri (blum apa2 udah malas aja, wkwkwk) akhirnya kami berempat ke perpustakaan. untuk kampus Uni Kent yang di Canterbury, nama perpusnya Templeman. Gedung perpusnya besar dan 4 lantai., wohooo. salah satu alasan kenapa banyak orang memilih kuliah di luar seperti di Eropa maupun di Amerika Serikat ya karena dimanjakan oleh fasilitas dan sumber referensi yang begitu banyak. Dalam kompleks kampus, di setiap sudut, pokoknya masih dalam komplek kampus deh, internet selalu bisa diakses, 24/7. yang penting sebelum registrasi ulang udah claim akun IT dan setting laptop/tablet/hp udah disesuaikan dengan jaringan internet kampus. bagaimana kalau gak punya gadget terkini atau malas bawa laptop karena berat? jangan ragu dan bimbang karena perpustakaan menyediakan banyak komputer dan laptop yang bisa kita pakai langsung. asal jangan coba2 bawa pulang laptopnya yah meski bentuknya kecil dan pas untuk dimasukan ke tas. pintu keluar perpus udah dipasangin detektor. satu kali percobaan mungkin masih bisa ngeles ga sengaja kebawa, setelah itu siap2 deh nginep di kantor polisi.


Tuesday, September 25, 2012

16 September: Car Boot

hari minggu di Canterbury adalah hari nyaris tanpa bus. bus tetap ada yang beroperasi tapi baru mulai setelah jam 8 pagi, selang waktu antar bus lebih renggang dibanding hari biasa dan rute yang terbatas. jadi kalau ada keperluan di minggu pagi dengan rute yang tidak dilewati oleh bus pada hari minggu yaa berarti harus jalan. tapi tak ada yang perlu dikhawatirkan dengan berjalan kaki di kota ini, selain kotanya yang kecil, udaranya juga bersih jadi tetap menyenangkan walaupun harus berjalan di udara yang dingin di pertengahan bulan september ini.

ga nyangka nemu WWF di jendela rumah orang 

jam operasional jalur cinta  = jam kantor 

bersama greg, dan dua pelajar Indonesia lainnya, mas lukman dan mas pandu sekeluarga, kami menelusuri jalan-jalan lengang kota Canterbury menuju Car Boot. Car Boot untuk penjelasan gampangnya adalah Monza-nya Medan, Terong-nya Makassar, PJ-nya Pekanbaru. bedanya, kalau di Indonesia yang jualan emang pedagang, car booth disini yang jualan adalah orang yang punya barang langsung. ada dua car boot dalam seminggu, di Wincheap setiap minggu pagi dan di Sturry setiap kamis pagi. karena namanya 'car', maka setiap stand adalah mobil. jadi ada banyak sekali mobil yang berbaris rapi di lapangan yang luas. beraneka ragam barang yang ditawarkan dengan harga yang sungguh sungguh miring, mulai dari peralatan masak seperti panci dan piring, lukisan, pajangan keramik, sepatu, mainan anak, buku, pakaian, sepeda, bahkan ada yang menawarkan mobil! pokoknya macam-macam deh yang dijual disini. barang-barang dijual tentu saja bekas pakai. tapi kalau kita pandai memilih, ada banyak barang yang masih dalam kondisi oke untuk digunakan. tentu saja jika kita termasuk golongan orang yang tidak keberatan untuk menggunakan barang bekas pakai. aku sih dari kecil sudah memakai pakaian lungsuran dari sepupu-sepupu jadi sama sekali tidak masalah.

para penggemar car booth

dua kali ke car boot, aku mendapatkan coat abu-abu berbahan wool, cover bertema winnie the pooh untuk duvetku, yang kata greg pas banget karena ada gambar tiger disitu, selimut rajutan, buku lord of the rings 1-3+the hobbit, kaos sport, pasmina merah dan putih, semuanya dengan total 7 pounds! kalau harus beli yang baru kesemua barang itu, bisa-bisa musti ngerogoh kocek 10x lipat lebih banyak. ahh, kalau mom ada disini pasti beliau senang deh dengan car boot.


Monday, September 24, 2012

15 September: Registrasi ulang

pesawat Qatar QR005 mendarat di terminal 4 bandara Heathrow, London tepat pukul 7.15 pagi. sarapan pagi yang diberikan satu jam sebelum mendarat tidak kusentuh selain jus jeruknya. mungkin karena terlalu excited sehingga perutku terasa penuh. atau mungkin karena makanannya yang tidak menggugah selera. sekitar 15 menit sebelum mendarat, pesawat melayang-layang di atas kota London. karena duduk di dekat jendela aku jadi bisa melihat London Eye, Sungai Themes, Gedung Parliament, rumah-rumah yang atapnya seragam warna merah marun, dan stadion yang dipergunakan saat Olimpiade yang baru saja berlalu.

kala di udara - menanti pagi dan melayang-layang

semua penumpang berjalan melalui koridor yang panjang sebelum akhirnya tiba di bagian imigrasi. untuk pelajar, ada line antrian sendiri dan sebelumnya kami harus mengisi dua lembar kertas yang dilampirkan bersama paspor. saat mengantri aku mulai merasa tegang. tegang karena dari yang aku baca, imigrasi di UK sama ketatnya dengan imigrasi di US. parahnya, kalau petugas imigrasi menganggap kita tidak bisa berkomunikasi/berbahasa inggris setelah beberapa pertanyaan yg dia ajukan, maka bisa saja kita ditolak masuk dan visa pelajar kita pun tewas., huaaaaaa serem. ternyata... tidak sampai 1 menit aku sudah lolos., yuhuuu! hanya ditanya, kamu mau ngapain? aku jawab, mau sekolah. ditanya lagi, sekolah dimana? aku jawab, di university of kent. gampang banget kan. bahkan tidak diminta nunjukkin foto rontgen seperti yg banyak diceritakan oleh beberapa alumni. tapi yang paling mantap adalah bagian custom atau bea cukai... ga ada pemeriksaan sama sekali! keluar begitu aja ga ada screening atau apapun. katanya sih ada, tapi memang random. huaa tau gitu bawa gogos dan otak2 deh.., mana nunggu bus ke Kent lama......

saat nunggu bus, barenganku ada namanya Tricia pelajar dari Malaysia yang akan S1 di Uni of Kent juga. Dia ditemani bapaknya dan semua biaya dibayar sendiri alias ditanggung bapak ibunya..hwaaa orang kaya! kalau aku mana mungkin seperti itu. syukur banget deh aku dapat beasiswa.

bus antarkota disebut coach. klo bus aja itu untuk dalam kota. dari London ke Canterbury di Kent waktu tempuhnya kurang lebih 1 jam 30 menit. matahari bersinar dengan cerah, tapi udara di luar sungguh dingin. aku pikir negeri seperti Inggris ga bakal ngelihat sampah yang tidak di tempatnya. ternyata ada juga lho sampah di pinggir-pinggir jalan.

coach langsung membawa kami ke kampus. berhentinya di gedung "the registry" aku pikir registrasinya bakalan disini ternyata di gedung sport center. mungkin karena banyak jadi dipindahin ke ruangan dengan kapasitas yang lebih besar.

setelah ngantri beberapa saat, paspor dimintain trus dicariin kartu ID. ini adalah hari dimana aku resmi menjadi pelajar di University of Kent. check out my ID card... awesome, isn't it? =D

2 kartu sakti selama di Kent - kartu mahasiswa dan kartu bus

trus sama Greg, dari Indonesia juga, tapi dia program pertukaran pelajar Erasmus Mundus, kami ke stand Learning and Development, bagian yang tidak hanya membantu pelajar untuk meningkatkan kemampuan bahasa inggris tapi juga keseluruhan proses perkuliahan, seperti bagaimana notes taking yang efektif, bagaimana mempersiapkan diri untuk seminar sampai ke essay. mantapnya lagi, ini semua cuma-cuma atau gratis! aseeekk. trus ada juga bagian foreign languages yang bayarnya 175 Pounds per paket/bahasa. kalau mau belajar bahasa asing, pilihannya: bahasa jepang, arab, mandarin, spanyol, perancis, rusia... duuh pilihannya bagus2, aku bingung pilih yg mana..


setelah beres registrasi trus beli bus pass. katanya sih lagi promo, jadi harganya 160 Pounds untuk bus pass periode 15 September 2012-15 Juni 2013, berlaku untuk semua stagecoach bus yang melayani rute di seluruh East Kent. hmm, rencana awal memang aku bakalan ngepit, nyepeda seperti waktu di Jogja dulu., sepedanya udah dapat, warisan dari mas lukman, tapi tetap butuh naik bus nih apalagi kalau udah hujan dan dingin dan sepertinya akan terjadi mulai minggu depan...