Pages

Tuesday, July 13, 2010

kenapa selalu bali?


bali... provinsi yang jauh lebih menggaung namanya dibanding negaranya sendiri, Indonesia. pulau yang diapit oleh pulau jawa disebelah barat dan pulau sumbawa disebelah timur memang sangat terkenal sebagai tujuan wisata dunia. 

tiap ada orang asing yang nanya, "is bali part of indonesia?" dalam hati aku hanya bisa ngudemel. pengen marah sama ni orang yang geografinya kok keterlaluan jeleknya. masak jaman google earth gini masih punya pertanyaan seperti itu? siapa sih guru geografinya? katrok banget deh. tapi ya beberapa detik kemudian aku harus memaklumi. ngapain marah? paling juga yang punya pertanyaan itu belum pernah ke bali. yakin deh 110%. karena kalau sudah kesana pasti gak akan lupa kalau bali itu adanya di negara Indonesia. wong buat ke bali harus ada visa indonesia kok!! (kecuali buat beberapa negara di asia tenggara yg bebas visa lho ya). 

selain pengen marah dengan orang2 yang masih punya pertanyaan diatas, aku juga pengen marah sama pemerintah indonesia yang sepertinya selalu saja menganakemaskan bali. kalau ditanya sih yakin lah pemerintah mana ada yang mau ngakuin kalau mereka lebih suka bali dibanding pulau-pulau lain. kalau ada yang sempat keselo lidahnya, pasti langsung  kena demo tuh. tapi..., walau berkata tidak memfavoritkan, kan bisa kita lihat sendiri aksinya sepertinya. yang paling gampang: coba hitung deh sudah berapa banyak pertemuan internasional dilaksanakan di bali? dari yang tema umum, seni-budaya, politik, bahkan ke konservasi harimau! yep. skarang ini dari tanggal 12-16 Juli di bali lagi ngumpul pejabat2 negara yang memiliki harimau, aktivitis dari lsm dan para donor untuk ngomongin bagaimana cara menyelamatkan harimau yang tersisa termasuk harimau sumatra. memang bali pernah dihuni oleh harimau bali yang kemudian oleh badan konservasi internasiol IUCN dinyatakan punah di tahun 1940an. tapi, jenis harimau yang masih kita miliki di Indonesia tu adanya di pulau Sumatra, bukan di bali. kalau ada harimau di bali itu sudah pasti di kebun binatang dan taman safari. 

bukannya aku anti-bali. aku suka bali dan bagiku yang warga indonesia asli, ke bali itu salah satu tempat yang wajib dikunjungi. tapi kalau semua pertemuan-pertemuan internasional diborong oleh bali, lantas apa yang tersisa untuk daerah-daerah lain? kalau gini caranya, ya wajar dong kalau di beberapa daerah masih ada gejolak-gejolak. ya itulah wujud dari ketidakpuasaan karena perlakukan pemerintah yang tidak bisa adil. 

mungkin alasan pemerintah untuk pre-tiger summit diadakan di bali sebagai refleksi, pembelajaran, bahwa negara ini tidak ingin kehilangan seperti kehilangan harimau bali. dan karena harimau bali lebih dahulu punah dibanding harimau jawa, maka bali dianggap tempat yang paling ideal. selain itu di bali sudah terbangun fasilitas-fasilitas yang menunjang pertemuan skala internasional. kalau seperti itu alasannya kapan mau ke sumatra? kapan ngasih kesempatan daerah lain untuk berkembang? untuk membangun fasilitas standar pertemuan dunia? kok bagiku alsannya terdengar klise aja. kalau mau adil sih, ngapain di bali? toh masyarakatnya juga sepertinya tidak merasa amat kehilangan harimau bali tuh. aku lebih setuju kalau pertemuan harimau tidak diadakan di bali sebagai bentuk 'hukuman' kecil karena masyarakat bali tidak bisa menjaga kekayaan satwa liarnya.

harusnya pemerintah bisa ngelanjutin upaya positif mengenalkan wilayah2 lain di negara kepulauan Indonesia kepada publik dunia seperti pertemuan World Ocean Conference di Manado tahun 2009 kemarin. kan pas banget tuh, bicara tentang coral reefs/terumbu karang dan kekayaan bahari dipusatkan di tempat yang sesuai, Manado. 

mengadakan pertemuan di suatu daerah, bukan hanya demi untuk output yang sesuai target. tapi secara ekonomi dan psikologis memberi dampak positif bagi masyarakat sekitar. tentu masyarakat yang daerahnya dijadikan tempat penyelenggaraan pertemuan dunia pasti merasa bangga dan percaya diri sehingga tidak lagi merasa rendah hati untuk bersaing dengan daerah2 yang sudah lebih terkenal seperti bali. dari segi ekonomi sudah tidak perlu dipertanyakan karena sederhananya setiap pertemuan pasti mendatangkan sejumlah orang dan sejumlah orang ini = tingkat hunian hotel/penginapan meningkat. 

tapi ah sayang, lagi-lagi pemerintah lebih suka mengeksplorasi bali ketimbang mengunjungi wilayahnya yang lain (padahal bali sudah dibuka habis2an., jadi bagian apanya lagi yg mau dieksplor?)

pak, bu., masih ingat kah Indonesia punya lebih dari 17000 pulau?


-peta diunduh dari wikipedia

Thursday, June 24, 2010

Hachiko versi kucing?

lagi iseng browsing setelah 2 hari tidak bertemu internet memang membuat aku membabi-buta ngeklik sana-ngeklik sini. pasalnya bukan hanya karena 2 hari tanpa internet itu, tapi yang utama adalah karena ni lagi musim piala dunia dan kejuaraan bulutangkis indonesia open, coy! jadi harus mengejar ketertinggalan berita dari dua even olahraga tersebut karena selama di lapangan jangankan internet, sinyal gsm untuk telpon aja tidak terdeteksi sama sekali. saat browsing inilah nemu artikel yang membuat sedikit mengharu-biru dan mengingatkan aku pada film "Hachiko: A Dog's Story" yang dvdnya baruuu... aku tonton akhir minggu lalu. ini dia artikelnya:

Cari Majikan, Kucing Tempuh Ribuan Mil


Foto: orange.co.uk
GULISTAN - Seekor kucing melacak keberadaan pemiliknya setelah mereka pindah rumah sejauh 2 ribu mil.

Ravila Hairova 52 tahun berpikir bahwa kucing abu-abunya, Karim, tidak akan betah dengan kondisi rumah yang baru, sehingga dia menitipkan kucingnya kepada tetangganya.

Dia bahkan meninggalkan kursi favorit milik Karim, bantal serta mangkuk makanan. Di rumah lamanya yang terletak di Gulistan, Uzbekistan.

Tapi dua tahun kemudian dia menemukan kucingnya dengan basah kuyup dan bercampur lumpur, dengan kondisi yang lapar menunggunya di depan pintu rumahnya yang baru di Liska, Rusia, seperti dilansir orange.co.uk, Kamis (24/6/2010).

"Saya mendapatkan kabar setelah beberapa hari kami pindah dia menghilang, setelah itu pun kami tidak pernah mendengar kabarnya lagi," ujarnya.

"Ketika saya sedang berjalan-jalan dan ingin kembali ke rumah, saya melihat seekor kucing sedang menunggu. Ketika saya dekati ternyata itu adalah Karim, dengan kondisi tubuhnya yang kurus dan mengenaskan. Kini dia bahagia, begitu pula kami. Kami tidak tahu bagaimana caranya dia bisa menemukan kami, tapi sekarang saya bahagia," lanjutnya.

Suami Ravila, Lev Kondratyev 46 tahun mengatakan, Karim sudah menggunakan semua sembilan nyawanya untuk menemukan mereka.

"Kami sangat yakin dia adalah Karim karena kami melihat bekas luka di buntutnya, karena terjepit pintu waktu itu. Seratus persen kami yakin itu Karim, dan tampaknya dia pun mengenali kami," pungkasnya.



so, what do you think? amazing, gila, susah untuk dipercaya bahwa hewan peliharaan bisa segitu  setianya pada sang majikan. Karim, si kucing uzbekistan ini tidak jauh beda dengan Hachi yang terus menunggu kepulangan majikannya selama 10 tahun!! bagi aku pribadi yang baru tiga bulan belakangan ini memelihara seekor kucing, Sunset namanya, kisah tentang kesetiaan hewan peliharaan rasanya pas untuk kondisiku saat ini. meski aku tidak tahu dan juga tidak terlalu berharap bahwa Sunset nantinya akan seperti Karim atau Hachiko. aku sayang banget pada Sunsetku dan sepertinya dia makin ngerti kalau aku udah sampai addicted ke dia. beberapa minggu terakhir, sejak suatu sore yang mengecewakan, dia sering berbaring di atas badanku. meski setelah beberapa saat aku merasa pegal karena posisi berbaring yang sama, aku tidak keberatan karena rasanya dia mengerti bahwa aku sedang butuh dukungan. dan Sunset sepertinya punya cara tersendiri untuk mengungkapkannya. hmmm... i love you so much, Sunset! duuhhh... jadi pengen cepet2 pulang nih biar bisa ketemu my kuci kuci Sunset...

Thursday, June 17, 2010

introducing: sunset, the kuci kuci kitten

maaf untuk bahasa judul yang menyesatkan karena postingannya dibuat dalam bahasa indonesia, bukan bahasa inggris seperti judulnya., hehe

ini pertama kalinya aku menulis tentang sunset, anak kucing yang telah menemani aku di rumah cempedak sejak tiga bulan terakhir. anak kucing ini aku pelihara sejak umur 1 minggu. dan ini juga pertama kalinya aku punya peliharaan sejak iping, si ikan koi dan susi si kucing. aku tidak pernah ingat bagaimana nasih si susi berakhir. kucing kecil yang tidak pernah disukai oleh ayahku. "kucing tu banyak penyakitnya!!" kata ayah dengan sengit tiap kali melihat aku dan kakakku bermain dengan sang kucing kecil. sementara iping, mati sewaktu gempa bumi melanda jogja tahun 2006. aku sedang tidak di jogja, iping aku titipkan pada sahabatku. sayangnya waktu gempa pun dia sedang tidak di jogja sehingga iping dititipkan ke teman kosnya. karena gempa, wadah tempat iping jatuh dan pecah. teman kos si cacing (panggilan sayang utk sahabatku) sudah duluan kabur, panik, menyangka akan ada tsunami. begitu semua pada balik ke kos, iping ditemukan sudah mati. poor iping.....

setelah bertahun-tahun akhirnya aku punya hewan piaraan lagi. sebuah ketidaksengajaan. waktu aku dan timku dan seorang teman dari amerika sedang mengecek kamera intai di lapangan. di 1 malam kami numpang di pondok sepasang suami-istri petani karet. pak Am nama si bapak. sedang istrinya kami panggil ibu. di rumah itu ada kucing betina yang baru seminggu sebelumnya melahirkan empat anak kucing. masih kecil-kecil sekali.., imut banget deh. sayangnya si induk terlihat kurus dan sepertinya sering kabur ninggalin anaknya. mencari makanan mungkin. karena khawatir anak2 kucing itu pada mati karena kekurangan makanan, ibu meminta kami untuk memelihara 1-2 anak kucing. aku yang terpesona pada keimutan (bener gak sih kata "keimutan"?-asal kata: imut) langsung menyanggupi. 

aku tahu bakalan gak mudah untuk melihara anak kucing. palagi yang masih umur semingguan ini. waktu aku bawa ke pekanbaru, si kucing hanya mengeong terus. kadang gak tega juga dengernya. pengen dibalikin aja biar sama induknya, tapi kalau nanti mati gimana?

akhirnya setelah hampir 7 jam menempuh perjalanan, aku, si kucing dan temanku kayanna tiba di rumah kontrakanku. aku gak punya makanan buat kucing. dan gak mungkin nyari makanan kucing waktu itu karena kami tiba sekitar jam 1 tengah malam. si kucing kecil hanya kuminumkan susu vanilla kotak, pelan-pelan dengan menggunakan pipet. 

besoknya setelah mengantar kayanna ke bandara, aku bergegas pergi ke cat shop, membeli susu untuk si kucing. oh ya, karena waktu itu maish terlalu kecil untuk melihat apakah dia kucing jantan atau betina, dia untuk sementara aku panggil si kuci, singkatan dari kucing kecil. 

meski sudah kuberi minum susu yang sesuai untuknya, dia masih sering mengeong. sedih mendengarnya karena tahu dia pasti merasa asing dan rindu dengan ibu dan saudara-saudaranya. aku coba menenangkan dan berkata, "kuci, jangan takut. jangan khawatir. aku jagain kamu yah". si kuci pasti nggak ngerti, buktinya dia tetap aja mengeong mengiris hati., hehe... ya iyalah. mana ngerti sih omongan manusia?

sebenarnya aku sendiri gak yakin bisa memelihara kuci dengan baik, mengingat kerjaanku yang tidak melulu di kantor tapi juga di lapangan, belum lagi tugas untuk keluar kota. ahh., kasihan si kuci. tapi trus jadi ingat kalau ada eka, teman yang aku tahu pasti mau mbantu jagaian si kuci kalau aku sedang pergi. sipp., berarti aman. 

setelah seminggu memelihara si kuci, seorang temanku yang ahli perkucingan-segala jenis kucing (klo kucing garong aku gak tahu dia ahli juga apa tidak., hehe). kuperkenalkan kuci padanya. dia bertanya, "siapa namanya?" aku jawab kalau aku belum kasih nama karena belum tahu jantan atau betina. dia pun mengecek si kuci dan dengan yakin berkata, "ini sih betina, bro". (wah emang ahli kucing dia, skali ngecek bisa langsung tahu). untuk nama sih udah aku siapin. klo jantan kunamain 'Simba' dan klo betina kunamain 'Sunset'. dan karena si kuci ini betina, jadilah namanya Sunset. nama yang bagus kan? :p
so then i said to sunset, "welcome to my crappy little life :D"
p.s. crappy life means my imperfect life...