Pages

Friday, April 8, 2011

Tuama dan Wewene



Tuama dan Wewene 
Coolman Deds

Di daerah saya Manado, pria dan wanita disebut tuama dan wewene.
Ada sebuah kisah tentang penciptaan pria dan wanita. Pada saat Sang Pencipta
telah selesai menciptakan pria, Ia baru menyadari bahwa Ia juga harus menciptakan
wanita. Padahal semua bahan untuk menciptakan manusia sudah habis dipakai untuk
menciptakan pria. 

Kemudian, Sang Pencipta merenung sejenak. Ia lalu
mengambil lingkaran bulan purnama, kelenturan ranting
pohon anggur, goyang rumput yang tertiup angin,
mekarnya bunga, kelangsingan dari buluh galah,
sinar dari matahari, tetes embun dan tiupan angin.
Ia juga mengambil rasa takut dari kelinci dan rasa
sombong dari merak, kelembutan dari dada burung dan
kekerasan dari intan, rasa manis dari madu dan
kekejaman dari harimau, panas dari api dan dingin dari
salju, keaktifan bicara dari burung kutilang dan nyanyian
dari burung bul-bul, kepalsuan dari burung bangau dan
kesetiaan dari induk singa.

Dengan mencampurkannya bahan semua itu, maka
Sang Pencipta membentuk wanita dan memberikannya
kepada pria. Pria itu merasa senang sekali karena
hidupnya tidak merana dan kesepian seorang diri.

Setelah satu minggu, pria itu datang kepada Tuhan. Katanya, “'Tuhan, ciptaan-Mu yang
telah Engkau berikan kepadaku membuat hidupku tidak bahagia. Ia bicara tiada henti
sehingga aku tidak dapat beristirahat. Ia minta selalu untuk diperhatikan. Ia mudah
menangis karena hal-hal sepele. Aku datang untuk mengembalikan wanita itu kepada-Mu,
karena aku tidak bisa hidup dengannya”.
“Baiklah,” kata Sang Pencipta. Ia pun mengambilnya kembali.

Beberapa minggu kemudian, pria itu datang lagi kepada Tuhan. Ia berkata, “Tuhan,
sejak aku memberikan kembali wanita ciptaan-Mu, kini aku merana kesepian.
Tiada lagi yang memperhatikanku, tiada lagi yang menyayangiku. Aku selalu
memikirkan dia. Ke mana pun aku pergi, aku selalu ingat dia. Makan tidak enak,
tidur tidak nyenyak. Aku rindu kepadanya.”

Di kala aku sendirian, kubayangkan wajahnya yang cantik, kubayangkan bagaimana
ia menari dan menyanyi. Bagaimana ia melirik aku. Bagaimana ia bercakap-cakap
dan manja kepadaku. Ia sangat cantik untuk dipandang, dan sedemikian lembut untuk
disentuh. Aku suka akan senyumannya. Tuhan, kembalikan lagi wanita itu kepadaku!”

Sang Pencipta berkata, “Baiklah”. Ia memberikan wanita itu kembali kepadanya.

Tetapi, tiga hari kemudian pria itu datang lagi kepada Tuhan dan berkata, “Tuhan, aku
tidak mengerti. Mengapa dia memberikan lebih banyak lagi kesusahan dari pada
kegembiraan. Dia semakin menyebalkan. Aku tidak tahan lagi dengan sikap dan
tingkah lakunya. Aku berdoa kepada-Mu. Ambillah kembali wanita itu.
Aku tidak dapat lagi hidup dengannya”.
Sang Pencipta balik bertanya, “Kamu tidak dapat hidup lagi dengannya?”

Pria itu tertunduk malu, ia merasa putus asa. Dalam hatinya ia berkata, “Apa yang
harus aku perbuat? Aku tidak dapat hidup dengannya, tetapi aku juga tidak dapat
hidup tanpa dia. Tuhan, ajarilah aku untuk mengerti apa arti hidup ini?”

“Belajarlah untuk memahami perbedaan dan belajarlah untuk berani menerima
perbedaan dalam hidupmu! Pahamilah dan usahakanlah apa yang menjadi kebutuhan
mendasar dari pasangan hidupmu!” jawab Tuhan.

Dan inilah enam kebutuhan mendasar pria dan wanita:
  1. Wanita membutuhkan perhatian, dan pria membutuhkan kepercayaan.
  2. Wanita membutuhkan pengertian, dan pria membutuhkan penerimaan.
  3. Wanita membutuhkan rasa hormat, dan pria membutuhkan penghargaan.
  4. Wanita membutuhkan kesetiaan, dan pria membutuhkan kekaguman.
  5. Wanita membutuhkan penegasan, dan pria membutuhkan persetujuan.
  6. Wanita membutuhkan jaminan, dan pria membutuhkan dorongan.

Monday, April 4, 2011

mom's birthday

mom is my long lost bestfriend
today is my mom birthday. she is 51 years old now. i called her this morning and i asked, how old are you now mom? she said, "oh, i am just turning into 15. so fresh and young!" and she laughed. ohh, i love you mom. though i never share you my stories, though i never share you my worries and my fear, though i never hug you whenever i feel so afraid of facing and living my own life., i care about you so much that i dont want to see you cry for me.
i will always listen to your stories. i am all ears whenever you need me to listen your whine over my sister and family stuffs. and i will always hold your hands when you shed tears...
happy birthday mom, please stay in good health.

Friday, March 25, 2011

saya malu jadi manusia #2

sejak sore tadi saya gelisah. gelisah karena mendengar kabar dua gajah, induk dan anak, semakin kurus dan lemah kondisinya lantaran sang induk tidak mau makan sejak hari 3 hari yang lalu. si anak gajah yang masih mengandalkan asi sang induk pun semakin lunglai.

dan kawan saya, seorang diri menemani dua gajah itu, gajah yang berhasil bertahan hidup setelah coba diracun oleh warga yang tidak menyukai keberadaan mereka.

diracun? ya diracun supaya mati. diracun karena mereka dianggap hanya bagi tanaman pertanian masyarakat. diracun supaya tidak ada lagi gajah hidup di bumi ini.

ingatkah warga disana, ingatkah para manusia disana, bahwa gajah telah lebih dulu ada di sana dibanding manusia.
sadarkah warga disana, sadarkah para manusia disana, bahwa gajah juga punya hak yang sama dengan mereka untuk hidup di  bumi ini?
melihatkah warga disana, melihatkah para manusia disana, bahwasanya gajah tidak pernah mengambil lebih dari yang mereka butuhkan?
tahukah warga disana, tahukah para manusia disana, bahwasanya gajah atau satwa liar yang lain tidak akan pernah menganggu manusia, tidak akan pernah menyerang manusia jika tidak dalam kondisi yang terpaksa?

lantas siapa yang menciptakan kondisi terpaksa ini? siapa yang dengan kerakusannya membabat habis hutan dan belukar yang disediakan Tuhan untuk gajah?

hanya satu yang bisa melakukan itu semua, manusia

dan bukankah manusia diciptakan untuk menjadi pemimpin bagi makhluk lain?
dan bukankah setiap manusia juga diamanatkan untuk saling mengingatkan satu sama lain?

sayangnya, bagi media, dua ekor gajah ini, hanyalah selipan diantara berita-berita jemu dan mengawang-awang, yang menurut mereka justru lebih penting.
http://video.vivanews.com/read/13530-gajah-pingsan-kelelahan

jika saja setiap media tidak asal mendapat berita,dan kisah tentang dua gajah ini menjadi pengingat bagi manusia lain tentang keserakahan mereka, mungkin ini akan menjadi berita terakhir tentang gajah yang tersingkir dari rumahnya sendiri.

tapi mungkin kah terjadi???

jika saja saya bisa menangis dan air mata ini mengalir turun dari kedua mata, maka saya hanya ingin menangis meminta maaf kepada kedua gajah ini